Berkelana dalam suatu tempat memang paling mengasyikan. Apalagi di isi dengan hunting kuliner dan tempat-tempat seru untuk berphoto ria. Kalau gw sih lebih tepatnya untuk koleksi photo profile hahaha..

Salah satu daerah di Jakarta yang menjadi pilihan gw untuk mengarungi luasnya kuliner bersejarah dan tempat-tempat asyik yang wajib dikunjungi dalam sehari adalah daerah Cikini. Meski tenyata satu hari saja tidak cukup untuk membuatku jatuh cinta.
Ada banyak kuliner di daerah Cikini yang legendaris, sayang aja udah bolak-balik Cikini tapi ternyata belum jua nyicipin yang menjadi khas-nya didaerah sana. Meluangkan waktu di hari libur gw dan teman-teman janjian untuk hunting kuliner Cikini.
Rekomendasi Kuliner Legendaris di Cikini

Kuliner kaki lima atau street food emang paling asik untuk ditelisik lebih dalam. Beberapa kuliner Cikini yang nantinya gw datangi, diantaranya sudah berdiri belasan tahun. Bahkan dari yang bermula ditempat gerobak pinggir jalan hingga bisa mempunyai kedai makan tetap sendiri.

Penasaran kan..
Baca sampai habis yaaa….
Memang sih gak perlu jauh-jauh ke Cikini untuk kulineran atau hanya sekedar mencari Street Food. Didepan gang rumah atau emperan dekat kantor juga banyak, bahkan bejibun. eh gak deng…
Tapi, lokasi di Cikini merupakan tempat atau daerah yang strategis bahkan juga legendaris. Berikut Kuliner Cikini yang bisa kamu jadikan rekomendasi.

3 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Cikini

1. Gado-Gado Bonbin

Bonbin yang merupakan singkatan dari Kebon Binatang, dahulu jalan Cikini IV bernama Jalan Bonbin III itu sebabnya asal mula dari nama Gado-Gado Bonbin. Sudah beroperasi sejak tahun 1970-an dan terus eksis hingga sekarang. Waktu itu gw sempat terkecoh, karena sebelum gado-gado bonbin ada juga kedai gado-gado di jalan yang sama.
Hari sabtu yang cerah akhirnya mengijinkan kami untuk mencicipi sepiring Gado-Gado legendaris dengan rasa  yang nikmat. Beneran Gado-gadonya enak banget, bumbu kacangya halus serta kental, rasa manis dan gurihnya diblend secara sempurna.
Mungkin itu sebabnya mengapa Gado-Gado ini menjadi favourite banyak orang, bahkan juga dikalangan para Pejabat Indonesia seperti alm Gus Dur dan Taufik Kemas.
Selain gado-gado, kalian juga bisa mencicipi Mie Ayam Bonbin dan Lontong Cap Gomeh.
 
Gado-Gado Bonbin
Jalan Cikini IV no.5
Cikini, Menteng

2. Soto H.Ma’ruf

 Terletak di dalam kawasan Taman Ismail Marjuki. Kedai soto khas betai H.Ma’ruf juga wajib untuk kamu cicipi. Biasanya kalau mampir ke Taman Ismail Marjuki atau yang lebih dikenal dengan nama TIM hanya untuk sekedar nonton theater atau film di Cinema 21.
Diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin 10 November 1968 awal mulanya digunakan sebagai tempat lokasi Kebun Binatang yang kemudian dijadikan tempat apresiasi dan berekspresinya karya-karya seni. Selain pertunjukkan theater di dalam TIM juga terdapat Planetarium dan IKJ (Intstitut Kesenian Jakarta).

 Soto haji ma'ruf

Soto H.Ma’ruf sudah beroperasi dari tahun 1970-an, meski dahulu sempat berpindah-pindah kini kedai dengan nuansa tradisional dan serba kuning kini menetap di kawasan Taman Ismail Marjuki.

Laksa Betawi dengan kuah kuning yang cukup pekat namun tidak terlalu kental. Rasanya masih terasa light namun untuk lidah saya agak sedikit asin. Ada bihun, lontong, telur rebus, daging dan sayuran sebagai pelengkap.
soto haji ma'ruf

Soto Betawi dengan isian jeroan, daging sapi, kentang dan emping. Kuahnya kental dan rasanya gurihnya pas. Tapi, bagi lidah jajanbeken terlalu asin. hmm…

Tidak hanya menyediakan aneka menu Soto, disini juga tersaji makanan lainnya seperti Sate Ayam dll.
Soto H.Ma’ruf
Komplek Taman Ismail Marjuki
Jalan Cikini Raya no.73
Cikini, Menteng

3. Bubur Ayam Cikini

Sewaktu masih pergi-pulang kantor dan rumah, Cikini dan sekitarnya adalah tempat favourite untuk dilewati. Selain banyak jajanan, tentunya suasananya bikin kangen karena terlalu banyak kenangan. #halah.
Bubur ayam cikini kini banyak terhampar disekitar stasiun Cikini, dan kalau kalian tanya mana bubur Cikini. Yap, semuanya adalah Bubur ayam di Cikini. Namun, yang manakah Bubur Cikini legendaris itu.
Burcik H.R.Suleman Cirebon tertulis pada salah satu gerobak yang berdiam didepan ruko dengan 3 lantai di persimpangan jalan daerah seberang stasiun Cikini. Pelanggannya mulai memadati setiap tempat yang ada. Para pelayannya dengan sigap menerima setiap pesanan.
Hari sudah mulai malam, kami mengakhiri perjalanan street food seputar Cikini dengan semangkuk bubur hangat penuh topping yang enak. Ada potongan daging ayamnya, potongan cakwe, daun seledri, emping serta kacang goreng. Numpuk jadi satu.
Bubur Cikini sudah memiliki rasa pada nasinya. Jadi, tidak perlu menambahkan kuah kaldu kuning kedalamnya. Jika ingin menambah rasa manis atau asin cukup dengan menuangkan kecap manis dan asin sebagai pelengkap. Tenang saja, tersedia lada putih bubuk dan juga sambal bagi pecinta pedas.
 
Bubur Ayam Cikini H.R.Sulaiman
Jalan Cisadane no.121
Cikini, Jakarta

Cikini dan sekitarnya memang menjadi salah tempat yang sering saya lewati sejak kuliah. Paling suka main ke Taman Ismail Marjuki. Berbekal Tas Pria kado dari teman yang tau banget selera gw. Karena cuma tas ransel dengan banyak kantong yang cocok untuk bisa menyimpan segala sesuatu dengan banyak dan mudah.

Serunya lagi kita juga suka nonton hemat setiap senin di Cinema 21 Taman Ismail Marjuki atau sekedar memenuhi undangan nonton Theater. Tapi sayangnya hingga saat ini malah belum kesampean untuk masuk ke Planetarium. Alamak…
Sebenarnya memang masih banyak Kuliner Legendaris di Cikini yang belum saya coba dan masukkan ke-dalam list Kuliner di Cikini diatas. Itu sebabnya kemungkinan dalam waktu dekat gw akan meluangkan waktu kembali untuk jelajah kuliner di Cikini.
Jadi, tunggu postingan kuliner Cikini selanjutnya ya..

6 thoughts on “3 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Cikini”

  1. Duh belom nyobain ke tiga tiganya. Waktu ke cikini baru nyobain cheese cake, bakmi yg lupa namanya, sama ke es krim baltic hihi ga cukup yah eksplor seharian 😀

    Waktu ke kedai tjikini pun kanan kirinya banyak tempat yg bisa di eksplor ya

    Btw winda bikin lafaaaar. Gue suka kalimat walnya. Koleksi foto buat profile foto hahaha

  2. Masih ada masakan legendaris di hiruk pikuknya ibu kota.
    apakah benar-benar legendaris ya?
    karena seringkali saya makan dibeberapa tempat yang katanya masakan tradisional tapi rasanya beda banget dengan saat saya masih kecil.

  3. Saya pernah nyobain gado-gado bonbin, tapi kuah kacangnya ternyata diblender bukan digerus jadi rasanya kurang nyes. Kalo soto Betawinya memang enak dan harganya relatif mahal ya…bubur ayamnya belum pernah nyobain, sepertinya enak juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *