Mengemas makanan dengan menggunakan styrofoam saat ini masih menjadi kekhawatiran banyak orang, yang biasanya ditandai dengan sumber limbah dan ketidak-amanan makanan matang yang terkena styrofoam yang bisa menimbulkan penyakit.

Minggu lalu aku datang ke acara Cooking In Style With Chef Lucky Andreono yang bertajuk “How To Make Good Quality Take Away Food” di Ocha & Bella, Hotel Morrissey Jakarta. Memasak sambil edukasi mengemas makanan dengan aman menggunakan styrofoam yang di isi oleh Dr.Akhmad Zainal Abidin, Msc, Ph.D, Scientist/ Researacher dari Laboratory Technology Polimer and Membrane ITB, dengan kata lain akan menjawab semua mitos, fakta dan kekhawatiran kita selama ini mengenai pengemasan makanan dengan styrofoam.

amankah penggunaan styrofoam

 

Memasak Sambil Edukasi Mengenai Styrofoam

Membeli bahan baku untuk memasak seringkali ditandai dengan pengemasan menggunakan styrofoam, yang paling sering dijumpai yaitu untuk kemasan aneka daging segar, rempah, bumbu dan buah-buahan. Tentunya kalau untuk mengemas rempah maupun buah-buahan sih tidak terlalu mengkhawatirkan ya. Lalu bagaimana dengan makanan matang?

Chef Lucky Andreono kali ini akan membuat Udang Telur Asin dan Ayam Cabai Hijau yang ternyata cara pembuatanya mudah banget. Saus telur asin pada resep Udang Telur Asin menggunakan telur asin asli yang kuningnya dipisahkan lalu dicampurkan dengan susu full cream dan diblender agar halus, sedangkan putih telurnya bisa di cacah saja dan dicampurkan ketika dalam proses memasak nantinya.

Tips memasak lainnya yang didapatkan dari Chef Lucky Andreaono sebagai pemenang Master Chef yaitu jangan memasak Udang terlalu lama, karena akan membuat dagingnya alot dan keras. Cukup terlihat sampai udang kemerahan saja, agar rasanya tetap kenyal, garing dan fresh.

chef lucky andreono
Chef Lucky Andreono

 

Styrofoam Amankah?

Pada sela-sela memasak yang aromanya mulai menggoda para peserta yang datang, Dr.Akhmad Zainal Abidin, Msc, Ph.D mulai menjelaskan mengenai styrofoam. Kemasan makanan “Styrofoam” terbuat dari polistiren atau polimer stirena yang terbuat dari minyak bumi.

Meskipun dalam styrofoam terdapat kandungan stiren dan polistiren namun keduanya adalah zat yang berbeda. Diketahui kandungan stiren memang memiliki zat karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan kanker saat terjadinya perpindahan pada makanan yang terkonsumsi oleh tubuh. Namun, bisa dipastikan kandungan stiren dalam styrofoam dalam batas aman untuk digunakan dan bersentuhan langsung dengan makanan. Disinyalir zat kimia stiren berbahaya bagi tubuh, bahkan residu stiren dalam styrofoam masih terbilang aman yaitu sekitar 0,02% dari batas yang ditentukan oleh WHO (World Health Organization).

Bahkan jika kita terlalu khawatir akan kandungan stiren dalam styrofoam, sebenarnya kandungan stiren tidak hanya terdapat pada styrofoam saja tapi juga terdapat dalam telur sebesar 10 mikrogram per-kilogram dan pada buah strawberry sekitar 247 mikrogram per-kilogram.

mengemas makanan dengan styrofoam
Ayam cabai hijau dan udang telur asin

Bisakah Styrofoam Terurai dan Digunakan Kembali?

Soal sampah di negara kita memang belum ada solusi pasti untuk menanganinya, namun seiring waktu banyak sekali badan serta organisasi yang mulai mengkampanyekan mengenai gaya hidup sehat, penanganan untuk menyanyangi bumi serta pengolahan sampah. Meski itu tidak mudah dan banyak sekali kendala.

Jika suatu daerah mengalami kebanjiran seringkali melihat potongan styrofoam hanyut mengambang bersama dengan sampah lainnya. Dampak tersebut lah yang membuat styrofoam dicatut sebagai salah satu sampah penghambat dan penyebab banjir. Padahal tidak melulu demikian.

Dr.Akhmad menjelaskan memang styrofoam tidak bisa terurai secara alami, walau saat ini dengan berkembangnya zaman tidak lagi mengandalkan penguraian alami. Bahkan waktu terdegradasinya butuh hingga 1.000 tahun.

membuat sushi dan styrofoam
Selain demo cooking kami juga membuat sushi sendiri

Selain itu yang bisa dilakukan untuk styrofoam adalah dengan reuse dan reduce. Ada salah satu lembaga independent di Bandung dan Karawang yang menerima styrofoam untuk dapat diolah kembali menjadi styrofoam, kerajinan tangan, pigura, beton ringan untuk perumahan, hingga pembersih senyawa sulfur yang digunakan Pertamina atau dapat kembali menggunakan styrofoam yang masih dalam keadaan layak pakai.

Adapula di California, 20% dari seluruh penduduknya memiliki akses daur ulang jajanan makanan pinggir jalan yang menggunakan kemasan polistiren busa nomor 6.

Satu dari emapt warga Kanada dapat mengakses layanan dinas kota untuk daur ulang polistiren busa. Satu diantara dua warga Kanada dapat mengakses layanan dinas kota untuk daur ulang polistiren keras. Sedangkan di Jerman, 98% dari kemasan polistiren busa yang dikembalikan didaur ulang, sedangkan di Inggris sudah terdapat 25 lokasi sarana daur ulang polistiren busa.

Sedangkan jika kamu ingin menggunakan kembali styrofoam yang masih utuh, cukup membilasnya dengan air atau menyekanya dengan tissue basah non alkohol, cara ini juga efektif jika styrofoam yang baru dibeli akan digunakan.

amankah styrofoam 1
Chef Lucky Andreono dan Dr.Akhmad Zainal Abidin, Msc, Ph.D

 

Alasan Menggunakan Styrofoam

Seringkali kita temukan para pedagang kaki lima masih saja menggunakan alas plastik sebelum penggunaan styrofoam. Nyatanya hal tersebut tidaklah diperlukan, justru penggunaan plastik sebagai alas makanan pada wadah styrofoam kurang tepat dan dapat membahayakan untuk tubuh. Apalagi makanan yang dituangkan dalam keadaan panas.

Selain dalam penggunaan plastik biasanya masih saja banyak yang menggunakan kertas alas sebagai pembungkus makanan. Tau gak sih kalau dalam pembungkus kertas tersebut dilapisi oleh plastik. Jika sudah tercampur dengan makanan dan menembus otomatis makanan yang terbungkus akan ikut tercemar oleh pembungkus kertas tersebut. Tentu saja ini suka luput dari perhatian kita dan kertas pembungkus yang terlapisi oleh plastik tidak dapat di olah kembali. Jikalaupun dapat diolah kembali, antara kertas dan plastik harus dipisahkan terlebih dahulu dan kegiatan tersebut membutuhkan alat yang lebih canggih serta spesifik.

styrofoam untuk makanan aman

Daripada menggunakan plastik ataupun kertas alas pembungkus, ada beberapa alasan menggunakan styrofoam yang bisa kamu lirik diantaranya:

1. Bersih, higienis dan tidak berpori

Sejak disetujui oleh Badan Federal Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1958 untuk keamanan kontak dengan makanan, kemasan polistiren telah menjadi faktor penting dalam memelihara kebersihan bagi penjual, ditambah meminimalisir kebocoran untuk pembungkus makanan.

2. Ringan

Sekitar 95%-98% busa polistiren berisi udara, sehingga meminimalkan biaya transportasi dan angka kerusakan. Selain itu produk penyajian makanan serat seringkali dianjurkan sebagai alternatif bagi polistiren busa yang memiliki berat rata-rata 1,5 sampai 4 kali lipat.

3. Mudah di olah

Polistiren merupakan bahan ternoplastik yang murah dan mudah diolah serta menyediakan kejernihan optik yang baik, mengkilap, memiliki stabilitas dan kekokohan yang baik.

4. Bahan isolasi yang efektif untuk keamanan makanan

Sifat isolasi pada polistiren sangat baik dan mampu menjaga suhu makanan dengan baik, jadi makanan panas akan tetap panas dan makanan dingin akan tetap dingin serta dapat menjaga keamanan makanan.

5. Masa penyimpanan lebih lama

Seringkali penyimpanan makanan terlalu lama bisa menghilangkan kadar layaknya makanan tersebut, dengan penggunaan polistiren sebagai penyimpanan mampu membuatnya bertahan lebih lama, seperti makanan kering dan tidak teroksidasi pada kemasan seperti pada makanan berkuah.

6. Kuat, tahan lama dan tahan banting

Saat diproses polistiren mengalami ekspansi antara 40-50 kali dari volume semula, sehingga mengubah udara menjadi bahan kemasan yang kuat dan dapat digunakan berkali-kali.

6. Ekonomis

Selain ekonomis dari segi harga, polistiren salah satu alternatif yang mampu bekerja dengan baik, berkualitas tinggi.

 

Bagaimana menurut kamu setelah baca review amankah mengemas makanan dengan styrofoam, karena sebenarnya segala sesuatu penggunaan itu memang gak boleh secara berlebihan. Tapi, sejauh ini jika ada yang lebih baik penggunaan sebagai pengemas makanan dari plastik ya menurutku styrofoam layak untuk dipertimbangkan atau bahkan jauh lebih baik lagi membawa sendiri box makanan dari rumah.

Semoga dengan adanya tulisan ini meluruskan kembali informasi mengenai styrofoam yah. Terimakasih sudah membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *