“Awalnya aku mengira kalau proses kehamilan lalu melahirkan terjadi begitu saja, gak ada embel-embel lainnya. Toh tinggal merawat dan membesarkannya aja”

Ternyata gak segampang itu, semakin banyaknya informasi yang tersebar dengan keabsahannya jadi makin mengerti keputusan mana yang bisa diambil, karena masih banyak banget hal-hal yang berkaitan dengan metode “jaman dulu”.

Tidak bermaksud untuk menghiraukan apa yang pernah dilakukan oleh orang tua kita terdahulu, tapi ada beberapa hal yang tidak masuk akal bahkan salah. Meski menjadi ibu baru tetap masih saja dipandang sebelah mata soal informasi terbaru seputar hamil, melahirkan, menyusui hingga pengasuhan anak.

Pertemuan Pertama Dengan Si Kecil

Menjelang kelahiran saya sibuk kumpulkan informasi tempat kelahiran. Karena baik dan nyaman untuk orang lain belum tentu untuk diri sendiri. Mulai dari bidan, dokter hingga beberapa rumah sakit. Saya mau saat melahirkan nanti bayi bisa langsung skin to skin dengan saya dan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

Berhubung ketika melahirkan nanti saya akan tinggal sementara dengan orangtua di Jakarta, memang jodoh saat itu malah mendapatkan info dari teman instagram saya, Jihan Hasby kalau ada rumah bersalin yang lokasinya di Jakarta Timur dan cukup dekat dengan rumah mama.

Memasuki trisemester tiga saya mulai melakukan cek up disana sekaligus memastikan fasilitas serta kecocokan hati akan melahirkan disana. Semoga jodoh, dalam hati saya karena yang bikin saya yakin tempat ini Pro Normal, melakukan IMD, Pro-Asi, VBAC, serta penundaan pemotongan tali pusat bayi.

pulang melahirkan di bidan anny
Pulang melahirkan dari Bidan Anny

Meski awal mulanya saya ingin sekali melahirkan secara normal dan mendapatkan kontraksi tanpa harus induksi. Sayang jalan menuju melahirkan berkata lain, saat ingin sholat subuh cairan bening keluar sedikit demi sedikit.

Kalaupun buang air kecil tak bisa tertahan lagi harusnya berbau pesing, sampai celana saya basah semua tidak ada aroma pesing sekalipun. Duh, jangan-jangan ini namanya air ketuban. Sedikit panik namun mencoba untuk tenang, meski belum siap tapi mau gak mau menuju proses melahirkan harus siap.

Untungnya saya sudah siap sedia kertak lakmus untuk berjaga-jaga, kertas untuk mengecek apakah cairan tersebut adalah air ketuban atau bukan. Setelah di cek ternyata benar air ketuban, karena kertas lakmus pink saya berubah menjadi warna pink.

 Sembari memasukkan pakaian dan perlengkapan lain ke-dalam tas untuk melahirkan nanti, saat ini suami malah sulit dihubungi. Entah mengapa saya malah yakin kalau akan lahiran saat ini juga, meski air ketuban sempat berhenti keluar.

Menjelang pagi saya pergi ke beberapa tempat untuk melakukan usg akan tetapi malah tidak mendapatkan hasil hingga siang. Yasudah, nunggu malam saja kalau begitu karena hari tersebut memang waktunya saya cek-up di klinik Anny.

hamil
Sewaktu usia kehamilan sekitar 7 bulan

Memang jodoh, selang beberapa menit masuk kamar yang hanya tersedia satu saja ada sepasang suami istri yang baru datang ingin melahirkan. Btw, di Klinik Anny hanya tersedia 7 kamar saja. Karena saya pecah ketuban duluan meski tidak langsung banyak, dikhawatirkan air ketuban malah akan semakin sedikit dan bisa membahayakan bayi dan ibu. Jadi, saya melakukan proses induksi selama dua kali. Yang pertama hanya mengalami reaksi seperti akan mengalami menstruasi saja, setelah dosis induksinya ditambah lagi barulah mulas yang sebenarnya terjadi.

Sempat ingin menyerah karena saya lelah dan gak tahan dengan rasa sakitnya yang tiada henti, rasanya mau langsung di cesar saja agar kontraksi ini segera berakhir. Ketika bidan datang mulai melakukan cek, ternyata sudah mulai pembukaan 5, sambil menikmati sakit yang gak nikmat “saya pasti bisa, sebentar lagi, pasti bisa” hanya kalimat itu yang saya ucapkan sesekali berdoa agar diberi kelancaran. Proses kontraksi dengan induksi mulai dari jam 1 siang hingga jam 4 sore.

Pada jam 16:55 wib bayi mungil berjenis kelamin perempuan telah lahir, tangisannya merdu dan melegakan. Bahkan saat melihat dia mulai dibawa dan didekatkan kepada saya ada rasa haru dan tak percaya bahwa kini saya menjadi seorang ibu.

Tatapan yang bikin meleleh

Ibu bidan membawa anak perempuan saya langsung menuju dada dan melakukan pelekatan skin to skin, kepalanya yang secara alamiah mulai mencari putting payudara dan menghisap asi sesekali saya meringis sakit karena perineum saya dijahit dan melihat ada wajah mungil yang akan saya lindungi seumur hidup saya.

Bahwa ada proses dan perjuangan panjang untuk sampai tahap ini, dan masih ada proses panjang lainnya yang menanti.

Dibantu oleh bidan untuk memijat sekitar payudara dan sesekali aku bilang sama dia “ayo dek, saatnya nyusu, yuk di hisap susunya dek” proses IMD tersebut kurang lebih terjadi selama 5 menit karena asi-ku belum juga keluar. Tapi, setelah dipijat kembali akhirnya saat bayiku sudah bersih baru kemudian aku langsung menyusuinya.

kaki bayi mungil

Kenapa sih aku kepingin banget bisa IMD sama bayiku?

Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan merekomendasikan para ibu untuk melakukan proses IMD sejak pertama bayi lahir karena:

  • Bayi akan mendapatkan kesempatan memperoleh kolostrum, yaitu tetes asi pertama ibu yang kaya nutrisi untuk dapat membantu bayi mencegah berbagai penyakit.
  • Mendukung keberhasilan ASI eksklusif
  • Meningkatkan kesehatan bayi
  • Memperkuat hubungan ibu dan bayi

Jadi, itu sebabnya penting melakukan IMD karena bukan hanya untuk bayi-nya saja tapi juga ibunya.

Skin to Skin bayi dengan ibunya

Asi yang tak kunjung keluar sehabis melahirkan

Sebelumnya saya suka mendapat cerita mengenai sulitnya menyusui, Asiyang tak keluar ketika hendak menyusui  dan kurangnya produksi Asi.

Selama proses kehamilan saya mulai mengikuti beberapa workshop kehamilan diantaranya selain soal asupan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil, lalu soal senam dan yoga hamil kemudian informasi pentingnya Asi Eksklusif .

Selama hamil pentingnya mempersiapkan payudara yang akan memproduksi Asi dengan cara pijat payudara, pijat oksitosin agar bisa lebih relax, membersihkan payudaya agar tidak ada kotoran yang tersumbat dan merawat kelembapan payudara. Tentunya itu semua juga disesuaikan karena pijat payudara saat memasuki trisemester tiga bisa menyebabkan kontraksi dan ketidaknyamanan, kalau sudah begitu sebaiknya dihentikan sementara ya.

Baca Juga: Pijat Oksitosin dan Pijat Payudara

Malam pertama setelah melahirkan justru suami yang tidur dengan bayi, karena sekujur tubuh saya seperti kaku dan anyang-anyangan (gak nyaman pokoknya, sakit) jadi, kalau bayi ingin menyusui barulah suami yang bawa di dekat saya.

Malam kedua ternyata produksi Asi kian banyak hingga memenuhi payudara saya yang mengakibatkan bengkak dan panas dingin. Saat itu tidur miring ke-kiri maupun ke-kanan sangat gak nyaman, bahkan saya belum mempunyai breast pumping.

Berbekal informasi dari bu bidan sebelum pulang, malam itu saya pijat perlahan kedua payudara hingga Asinya keluar dan yang terpenting saya gak kesakitan lagi. Walau proses pumping secara manual ini sakit dan pegel banget. Alhamdulillah selanjutnya diberi kelancaran untuk menyusui bayi dengan waktu dua jam sekali.

Kita sama-sama berjuang ya nak…

Drama Soal Asi Dimulai

Menyusui bukan hanya melulu soal banyaknya produksi Asi tapi juga berpengaruh soal pelekatan saat menyusui. Jadi, bayi harus mendapatkan sedotan maksimal ketika menyusui.

Jujur soal pelekatan dan jumlah produksi Asi memang sempat bikin gak pede, karena jumlah Asi yang masih sedikit serta bayi yang terlihat kurang pelekatannya, ditambah dengan beberapa pendapat dari sekitar yang bikin mental makin down. Nah, kalau mentalnya udah down dan ibunya jadi stress justru malah bikin Asi jadi seret dan produksinya menurun.

Support keluarga terutama suami memang penting banget, makanya setiap informasi seputar menyusui dan lain-lainnya aku langsung diskusikan dengannya. Tujuannya selain ingin dapat support tentunya supaya dia juga paham dengan apa yang dihadapi oleh istrinya.

Seiring waktu jumlah Asi akan meningkat karena permintaan bayi akan Asi juga semakin besar dan lambungnya juga mulai bisa menampung lebih banyak dari waktu ke waktu.

Meski sempat gak pede karena produksi Asi yang dihasilkan saat awal mula menyusui namun ternyata itu memanglah alamiah. Seiring usia bayi dan mulai banyak permintaan menyusui, otomatis produksi Asi juga semakin banyak.

Cukup dan tidaknya Asi yang diterima bayi dapat dilihat dari grafik penambahan berat badan setiap bulannya, apalagi dalam waktu enam bulan bayi hanya mengkonsumsi Asi saja. Meski mengkonsumsi Asi tentunya ibu juga gak bisa sembarangan untuk makan makanan, harus yang bergizi juga.

Sejauh ini aku yakin banget kalau anakku mendapati Asi yang cukup, jadi aku masih suka bingung kalau ada yang sesama ibu menyusui bilang anaknya masih rewel karena belum minum Asi tercukupi. Menurutku sih rewel dari bayi bisa disebabkan karena banyak faktor.

Selain itu soal ukuran payudara yang kecil juga seringkali dianggap tidak memproduksi Asi dengan baik dan banyak, untungnya bukan aku yang dikomen soal ini. Dengernya aja udah males.

Sebaik mungkin sih soal urusan Asi baik secara kuantitas dan kualitasnya aku juga mengkonsumsi Asi Booster. Karena banyak yang berpendapat kalau Asi Booster ini untuk kuantitas produksi Asi aja, padahal menurutku juga bisa meningkatkan kualitas Asi. Hayo deh ngaku, pasti buibu yang semasa hamil banyak pantangannya jadi bebas makan apa aja setelah melahirkan.

Senang rasanya bisa sukses menyusui

Pelancar Asi – Herba Asimor

Pernah dengar Pelancar Asi dari Herba Asimor?

Ini loh pelancar Asi Herba Asimor

Herba Asimor salah satu Asi Booster atau pelancar asi dari PT.Dexa yang terbuat dari fraksi daun katuk, daun torbangun dan ikan gabus.

Udah tau donk kalau daun katuk ini bagus banget untuk memberikan peningkatan produksi asi. Sedangkan daun torbangun dapat meningkatkan sel epitel dan metabolism kelenjar susu, sehingga Asi dapat meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu. Kemudian ikan gabus dipercaya dapat mempercepat pemulihan dan kekuatan mamsi  (Mama Asi) pasca melahirkan dan memperkuat system kekebalan tubuh serta mempercepat penyembuhan setelah operasi Caesar atau jahit perineum.

Terbuat dari tiga fraksi daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus

Dalam satu kapsul dengan tiga kandungan yang tinggi manfaatnya untuk ibu menyusui jadi sangat membantu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Asi, tanpa harus repot. Kebayang gak sih kalau tiap hari harus makan sayur katuk segitu banyaknya, pasti bosan juga kan. Belum lagi mencari daun torbangun, duh ribet deh.

Minum Herba Asimor sehari dua kali dalam dua minggu terasa banget produksi Asi Lancar. Jika Asi yang diberikan kepada bayi tercukupi maka kualitas tidurnya juga makin nyenyak, tidak dehidrasi, frekuensi bayi dalam buang air kecil juga lebih sering dan berat badan bayi juga tumbuh dengan baik sesuai dengan kurva pertumbuhan di usianya.

Herba Asimor sudah dapat dibeli di apotik atau beli secara online seperti di Shopee, bahkan mamsi bisa mendapatkan DISKON 10% dengan menggunakan kode voucher GOAPMOMS di Shopee.

Yuk mamsi dan para Pejuang kASIh lainnya mari kita kawal awal 1000 hari kehidupan dengan memberikan Asi yang terbaik. Semangat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *