Menyambung dari cerita sebelumnya …Explore Dieng (Part 1)
Setelah asik menelusuri Telaga warna dan sekitarnya,
marilah kita menuju ke tempat selanjutnya yaitu Danau Cebong, menurut
bapak-bapak penjual mie disekitar danau cebong katanya dahulu kala ada kecebong
raksasa yang mendiami danau tersebut makanya disebut danau cebong, gw sama puji
sih angguk2 sambil melahap mie instan, cuaca dingin-dingin begini emang enak
kalo sama yang anget-anget (emang lagi laper aja sih sebenernya :p)
Saat gw beserta rombongan tiba di danau cebong, cuaca
mulai tak bersahabat, hujan mengguyur danau cebong dan sekitarnya, lumayan
deras dan lama juga sih. dan hari pun semakin sore, mana belum pasang tenda
lagi -__- (gayaa banget padahal gw gak ikut masang tenda hahahha…).
Ketika malam pun tiba, langit diatas sana bertabur
bintang yang berkilau, sungguh indahnya walau saat itu hujan masih saja
menyambangi danau cebong, dingin sudah pasti menyelimuti di kala itu. Alam yang
indah, begitu besar Kuasa-Mu. Jikalau saja saat malam itu cuaca bersahabat akan
ada acara bakar-bakar jagung dan bakar-bakar tenda nya (eh..tenda nya gak deng
hahahha…) akhirnya hanya ada gurauan kecil dan canda tawa dekat dengan perapian
(halah..perapiaann, maksud gw deket tungku yang berisi areng yang sudah di
bakar) guna untuk menghangatkan diri ditemani dengan segelas purwaceng
(yaaaeee…gw nyicipin punya temen aja sih :p) setelah itu gw kembali ke tenda
dan bersiap bermimpi untuk menyatu dengan alam 🙂 hmmm…
Danau Cebong

Pukul 03.00 dini hari kami semua dibangunkan dari mimpi
indah ini (gw sih gak inget mimpi apa yang jelas anget gak kedinginan, secara
tenda yang imyut pas banget muat dengan 3 orang 
yang imut-nya kebangetan hahahah…). Setelah keluar tenda, ada beberapa
mobil dan motor yang mulai berdatangan.
Jadi, tujuan kita selanjutnya adalah Golden Sunrise di
Gunung Sikunir, mungkin Gunung Sikunir masih terdengar asing dan tidak
sepopuler Gunung Merapi atau pun Gunung Bromo. Satu dari sekian banyak gunung
yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng ini memiliki ketinggian 2350 meter dpl,
merupakan tempat yang pas untuk menanti sang mentari. Sekitar jam 04.00 dini
hari kita bergegas untuk trekking ke Gunung Sikunir, jalanan yang licin sehabis
diguyur hujan semalaman serta banyaknya bebatuan dan gelap. Yang gak bawa
senter saat itu (kayak gw) hanya bisa mengandalkan arahan cahaya senter dari
teman yang dibelakang atau pun didepan kita. Sebelum mulai trekking sudah
diberitahukan agar jalan selalu merapat pada sisi kanan, dikarenakan sisi kiri
itu adalah jurang, jadi hati-hati yaaa agar tak salah melangkah.
Dikarenakan hanya dimas yang bawa senter, maka doi
berada di belakang kita berdua hehehe..saat trekking dimulai, nafas pun mulai
tersengal-sengal padahal sebelum pergi pun gw dah rajin olahraga biar gak
terlalu cape saat trekking, alhasil yaaaaaa cuape cint..*hah huh hah huh… belum
sampai pada pos pertama si puji udah mengeluh perutnya melilit kesakitan alias
mau buang air besar. Untung gw selalu sedia balsem lumayan lah untuk mengurangi
rasa sakit perutnya, tapi yang ada gak keluar lewat bawah malah doi muntah (T.T
hadeehhhh). Gak lama kemudian sakit perut pun menghampiri gw, panas dingin
dibuatnya sampe puncak >.< yaaa ampuunn…ini kenapa sih, dan ternyata
sakit perut ini gak hanya terjadi sama gw dan puji doank tapi dengan rombongan
yang lain juga, walah ada apa ini yaaaa…
Golden Sunrise Gunung Sikunir

Rasa takjub pun di buatnya setelah sampai puncak,
sungguh mata ini di manjakan oleh pemandangan yang menghampar di depan, seperti
berada di atas awan. Lembah yang masih gelap dengan balutan kabut serta awan, terlihat
kelap-kelip lampu dari rumah penduduk sekitar serta terlihat Gunung Sindoro di
sebrang sana. Nafas yang tersengal serta sakit perut pun terbayar setelah
sampai pada puncak, rasanya aaaahh..kereeen jadi nagih pengen trekking ke tempat
lainnya 🙂
Setelah puas melihat sang mentari yang dinanti
kehadirannya, sebenernya sih belum puas hehehe..saatnya kita turun menuju
tenda. Oh my god, ada rasa gak percaya ketika saat turun dari puncak, ternyata
jalanan yang kita pijak ketika menuju puncak seperti ini, rada serem juga
yaa..hahaha kalo salah-salah langkah atau pun terpeleset bisa jatuh ke jurang
kalau gini caranya huhuhu..
Trekking Gunung Sikunir
Setelah sampai tenda, sejenak merebahkan diri di bibir
danau cebong, dengan pancaran sinar matahari yang semakin memadukan udara
hangat dan dingin saat itu, seketika tertidur (hampir) pulas dibuatnya, aaahhh
kalo gak di bangunin ini sih bisa ditinggal rombongan hahahha.
 Danau Cebong (again)
Dan tanpa mandi maupun sikat gigi (diiihh jorseee…) ya
maklumin aja lah yaaa,kan katanya camping masa mau mandi sih (lah …apa
hubungannya hahahha) tujuan selanjutnya adalah Curug Sikarim, dari desa
sembungan dimana merupakan desa tertinggi di pulau jawa, dan no.2 tertinggi di
Indonesia setelah Papua, kami semua berjalan menuju air terjun yang belum
banyak mengetahui dan terjamah dengan jarak kurang lebih 10km. perjalanan yang
kami lalui dengan berjalan kaki bukan dengan menuruni bukit sepertinya, semakin
menurun jalanan yang di lalui kabut semakin tebal, terdengar dari kejauhan
gemercik suara air yang mengalir, rasa penasaran pun makin memuncak untuk cepat
mencari dimana air terjun itu berasal, dan kami ber-8 yaitu team pertama yang
duluan capcus ke lokasi tanpa ditemani si mimin loh, bener-bener cari tempat
tujuan sendiri huhuyy…
Menuju Curug Sikarim
Dan Voila..!! Curug Sikarim brothaa :)))
aaaaahhhhhhh…keren kereeeen, air terjun setinggi kurang lebih 80 meter ini
benar-benar memuaskan mata, rasa cape hilang begitu saja. Saat nya main air
cuy. Dan sangat disayangkan pada tepian curug sikarim terdapat sampah-sampah,
kenapa pada buang sampah sembarangan sih, alam yang begitu indah kenapa gak
dijaga :(.
Curug Sikarim

Setelah selesai bermain-main di Curug Sikarim, saat
kembali ke tenda dan berkemas. Harus semangat nih kembali ke tenda, pasalnya
jalanan yang akan dihadapkan adalah menanjak >.<
hoossh..hoossshh….*sambil bawa tongkat, dan gw berhasil pulang pergi curug
sikarim dengan berjalan kaki. Howraaaay… karena pada saat gw udah sampe tenda, sebagian
teman yang masih diperjalanan itu di angkut oleh motor dan truk oleh warga
sekitar tanpa dipungut biaya loh o_O baik yaaaah.
Saat nya packing, dan menuju tujuan terakhir, yaitu
Kawah Sikidang, sebuah kawah yang gak begitu terlihat kawahnya, menurut gw loh
yaa…jadi masih lebih bagus Tangkuban Perahu yang ada di bandung. Setelah
selesai nengokin kawah sikidang saatnya beli oleh-oleh dan menuju Terminal
Mendolo, saat itu wonosobo di guyur hujan yang lumayan deras. Segera setelah
sampai dan pegang tiket, langsung masuk ke Bus tujuan Wonosobo – Rawamangun,
tiket pulangnya udah dipesenin sama miminnya gak tau kalo dipesenin ke terminal
Rawamangun, kalo tau gitu mending ke Terminal Kampung Rambutan biar gak bingung
pulangnya. Selama perjalanan pulang pun gw hanya tidur-bangun-tidur-bangun.
Puji turun di duluan karena dia mau melangsungkan perjalanannya menuju
Yogyakarta, sedangkan gw sama dimas pisah di terminal pulo gadung, saat itu gw
bingung mau turun dimana. Pokoknya dimana aja asal sampe rumah jam 6.00 pagi biar
bisa berangkat kerja tepat waktu. Untung aja bapak supir bus nya baik banget,
mau turunin gw di jatiwaringin, dimana jaraknya gak terlalu jauh banget
ke-rumah dan ada angkutan umum yang hanya sekali untuk menuju rumah. Mungkin
bapak supirnya kasihan kali ya liat gw yang melas gini, kebingunan gak tau mau
turun dimana hahahah :))) ya gini lah resiko gak pernah naik angkot jadi
dilepas di jalan pun bingung sendiri, kalo gw naik motor mau ditinggal dimana
aja juga gak akan se-bingung ini, hehehehe..
Kawah Sikidang

And finally sampai juga dirumah tepat sesuai
perkiraan. Langsung mandi dan dandan yang kece buat ngantor, serta dopping
dengan susu beruang dan vitamin c biar badan gak drop. Alhamdulillah dikantor
gak disibukkan oleh kerjaan, jadi bisa sedikit santai, ahaaaayy…  oiya berturut –turut minum susu beruang dan
vitamin c, alhamdulilah badan pun enakan walau dari travelling langsung di
hajar pergi kerja, idealnya sehari sebelum kerja itu istirahat seharian biar
fit.

Itulah kisah (jiyeeeehh) ketika explore ke dieng,
selanjutnya kemana yaaa…
Hmmm..banyak banget tempat yang ingin dijelajahi ^__^ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *