Menikah itu bukan soal suka atau cinta, juga bukan soal lo harus terima apapun itu. Menikah itu menyatukan dua kepala, dua keluarga, dua kebiasaan, dua kepribadian untuk melebur menjadi satu. Bukan perkara gampang sih, yaa.. gampang-gampang susah kali ya. Seumur hidup berdampingan berdua sama orangtua saja terkadang kita belum bisa memahami, apalagi dengan orang yang baru saja kita kenal dalam hitungan bulanan atau setahun, dua tahun.

Perkara keuangan, seringkali menjadi faktor yang sangat bikin dag-dig-duer dalam pernikahan. Sebelum menikah, tentunya saya sudah banyak dengar mengenai masalah keuangan dalam keluarga. Masalah disini bukan berarti selalu perkara negative (kesusahan dan sebagainya) tapi juga berbagai kondisi untuk meraih serta berjaga.

Sebelum menikah kami berdua membahas mengenai hal-hal yang akan kita lakukan nantinya, semacam konfirmasi dan bagi tugas. Menikah artinya kerjasama, bukan.

mengatur keuangan keluarga pasangan muda

Mengatur Keuangan Keluarga ala Pasangan Muda

Banyak yang bilang kalau baru menikah dan belum punya anak sih, masih belum terlalu berat dan masih bisa menyiapkan banyak hal. Salah satunya adalah bagi yang belum punya rumah, bisa cicil untuk beli rumah selagi menunggu datangnya diberi rejeki “buah hati”, atau uangnya bisa digunakan untuk jalan-jalan keliling dunia bareng pasangan.

Apapun itu tujuannya ketika baru menikah, mengatur keuangan tentunya harus dibicarakan dengan pasangan, baik sebelum menikah ataupun ketika sudah menikah.

Seperti Siapa yang akan berperan untuk mengatur keuangan keluarga, suami atau istri. Kami berdua sepakat, untuk mengatur keuangan keluarga diserahkan kepada saya. Sedangkan untuk keperluan operasional suami saya akan kasih per-minggu, itupun karena kemauannya, karena dia sadar gak bisa mengendalikan uang jika diberi bulanan. hehehe.

Lalu, bagaimana sih cara mengatur keuangan keluarga ala pasangan muda.

honeymoon

 

1. Menyusun Anggaran Bersama

Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, dalam hal ini saya bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengatur keuangan keluarga. Agar suami juga tidak tutup mata begitu saja, soal anggaran rumah tangga, saya tetap melibatkan dia. Tujuannya sih agar dia juga mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan juga akan berdampak pada tujuan kita nantinya.

Karena tidak menutup kemungkinan, saya juga banyak mendengar cerita kalau suami tau beres aja soal anggaran rumah tangga, jadi ketika semua bahan pada naik, walau tau tetap saja jatah bulanan tidak bertambah. Selain itu agar ketika istri sedang tidak dirumah dalam beberapa hari, setidaknya suami tau betul apa saja yang bisa dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Alias menggantikan peran.

Setelah kedua penghasilan disatukan, anggaran rumah tangga juga mulai disusun biasanya sih meliputi tagihan listrik, internet, telephone, makanan, tabungan, dana darurat, untuk orangtua, perawatan kendaraan, zakat dll. Setelah itu soal melakukan pembayaran barulah saya yang mulai eksekusi.

Biasanya untuk melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kami berdua menggunakan aplikasi keuangan seperti

Baca juga : Menikah itu bukan solusi kalau kamu

Fundtastic, HomeBudget dll, kebetulan saat ini aku memakai home budget, minusnya dari aplikasih ini adalah tidak terintegrasi dengan rekening. Jadi setiap hari untuk segala pengeluaran langsung dicatat dan disamakan dengan rekening serta dompet (alias uang cash yang dimiliki) selain itu baik suami ataupun saya juga terintegrasi satu sama lain dengan aplikasi, kami berdua masing-masing jadi tau deh pengeluaran hariannya untuk apa saja.

suami sayang rezaldi

2.Mulai Mengcover Diri Dengan Jaminan Asuransi

Namanya musibah siapa sih yang bisa menebak, sama halnya seperti usia, maut, jodoh juga rejeki. Selagi bisa berusaha untuk mengcover itu semua, yang bisa kita lakukan adalah dengan mempersiapkan diri dan berbuat sebaik mungkin.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga diri dari ketidakmungkinan seperti musibah, sakit, kecelakaan yaitu mengcover diri dengan jaminan asuransi. Salah satu asuransi yang saya tau kualitasnya bagus yaitu Happyone.id dari Asuransi Astra.

Bedanya dari asuransi lain, Happyone.id dengan satu ID atau (OneID) dapat mengakses serta memiliki lebih dari satu asuransi saja, bahkan untuk urusan polis serta pendaftaran, dapat dilakukan langsung pada website.

Happyone.id memiliki 4 pilihan asuransi diantaranya yaitu HappyMe asuransi yang dapat kamu pilih untuk perlindungan asuransi kecelakaan diri, Untuk Jaminan Pendidikan Anak kamu bisa memilih HappyEdu yaitu asuransi pendidikan anak agar anak tidak sampai putus sekolah jika terjadi satu hal oleh penanggung dana pendidikan, HappyHome yaitu asuransi kebakaran, seperti tagline rumahku istanaku tentunya hasil dari kerja keras dan peras keringat wajib kita lindungi agar terhindar dari bahaya dan musibah baik yang berasal dari diri kita ataupun tidak dan pilihan terakhir yaitu HappyTrip salah satu asuransi perjalanan yang wajib dimiliki oleh orang yang sering berpergian dan para traveller nih.

 

3. Investasi

Selain melakukan perlindungan untuk diri sendiri, keluarga, anak dan juga rumah. Penting juga berinvestasi, jika dalam pengaturan anggaran rumah tangga selipkan juga dana untuk berinvestasi disamping menabung.

Soal investasi juga pilihannya sangat beragam bisa investasi berupa emas, properti, reksadana, saham dan lain-lain. Tentunya sebelum memilih harus tau betul kelebihan serta kekurangan dari investasi yang dimiliki.

pasangan muda ideal

Sebagai pasangan muda yang sedang menunggu kehadiran anak tentunya banyak hal yang mesti kami persiapkan dan terus pelajari, akan tetapi satu yang tidak boleh lepas dari sebuah pernikahan adalah pentingnya sebuah komunikasi, karena sekeren dan seteratur apapun dalam melakukan anggaran jika tidak dapat dikomunikasikan dengan baik, bagaimana bisa dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Nah, karena aku baru memulai perjalanan ini, boleh donk buibu cerita dan sarannya yang punya pengalaman mengatur keuangan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *