Halo teman-teman semua, apa kabarnya? Semoga baik-baik saja ya. Setiap pembukaan yang menyerempet soal keuangan, kesehatan, usaha serta review makanan saat ini diawali dengan “pandemic”. Keadaan yang memaksa kita untuk terus bergerak walau terasa berat.

Setahun sudah pandemi ini terjadi dan memukul banyak orang dari berbagai sisi seperti mental, keuangan, kesehatan dan lain-lain. Bahkan yang awal mulanya aman karena sudah mempunyai sumber penghasilan tetap tapi bisa runtuh seketika karena phk, banyak usaha yang mulai tutup.

Bagi yang sudah berkeluarga tentunya sangat membingungkan sekali, satu-satunya harapan telah hilang. Cicilan masih terus berjalan, ada tagihan lain yang juga mesti dipenuhi serta kebutuhan pokok harian. Itu sebabnya keadaan bisa menghimpit kita namun selama masih ada kesempatan untuk membuat celah penghasilan baru seperti berwirausaha, kenapa enggak. Selama itu menguntungkan dan halal.

Awal Mula Membangun Usaha

Sebenarnya bukan karena pandemic akhirnya mulai membangun usaha. Tapi, ini juga menjadi salah satu keinginanku dan meneruskan kembali usaha yang telah lama vakum (sejak aku belum menikah). Hanya saja, besarnya kebutuhan juga makin mendorongku untuk memulainya segera.

Menurutku segala jenis usaha dapat kita mulai asalkan ada niat yang kuat dan memulai. Tanpa kedua itu rasanya akan terus menunda, setidaknya jika sudah memulai jangan lantas berhenti sebelum selesai.

Usahaku ini bergerak dibidang makanan sesuai dengan passionku dan branding media sosial yang sudah ku bangun sebagai food blogger. Pokoknya hal berbau F&B itu menjadi ketertarikanku. Tepat pada awal Desember 2020 usaha yang kuberi nama Nai Bakehouse lahir dan ikut bersaing dengan para penjual online diseluruh nusantara. Meski mengerti sedikit soal digital marketing, tetap saja ini terasa berat, eheh.

Saat itu modal untuk usaha aku beranikan diri untuk pinjam dengan orangtua dengan nominal yang tidak banyak. Namun, aku yakin ini sebagai langkah awal selagi aku memikirkan langkah selanjutnya. Pokoknya yang penting jalan dulu.

Alhamdulillah sampai saat ini masih terus berjalan dan terus meningkatkan kualitas serta berinovasi dalam hal apapun tapi juga tetap harus realistis. Ada banyak hal yang aku inginkan berbenturan dengan kenyataan, tapi membuatku berpikir untuk nikmati jalannya dan terus berproses.

Hanya saja aku masih belajar untuk mengelola keuangan keluarga dan usaha, jujur ini adalah salah satu tersulit karena penyimpanan untuk kebutuhan keluarga maupun untuk usaha masih aku campur. Keresahan aku untuk manage pengeluaran untuk usaha hanya pada awalnya saja lalu terlena dan mulai menyatu hingga sekarang.

Semacam sedih tapi yaudahlah, ngerti gak sih?

Tapi, aku paham ini gak bagus dan sehat untuk kedepannya jika usaha ingin terus berkembang.

Bijak Mengelola Keuangan

Meski tak sempat bertatap muka, kita masih bisa menikmati banyak sekali informasi dan pengetahuan dari para ahlinya melalui internet. Beruntung banget tanggal 20 Maret 2021 aku dan teman-teman dari ISB (Indonesia Social Blogpreneur) mengikuti webinar yang diadakan oleh Amar Bank dan Tunaiku dengan tema “BIjak Mengelola Keuangan”

Webinar memanage keuangan pribadi dan usaha serta berbagai informasi untuk mendapatkan dana tambahan usaha di-isi oleh para narasumber yang ahli dibidangnya seperti:

– Aidil Akbar Madjid selaku Perencana Keuangan Senior
– Ghaida Nuris Tsara selaku Coordinator Referral Program Tunaiku Amar Bank

Mengelola keuangan bukan hanya baik dan sehat untuk keluarga dan usaha tapi juga dapat berpengaruh untuk banyak hal terutama soal mempersiapkan masa depan, masa tua, pensiun dan lain-lain. Pada dasarnya keuangannya itu mempunyai dua pos yaitu keuangan keluarga dan keuangan usaha.

Keuangan keluarga

  • Dapat mengecek apakah sehat secara keuangan
  • Bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, tidak bisa dipukul rata pada setiap orang karena masing-masing mempunya keinginan dan kebutuhan yang berbeda.
  • Menabung, apakah selama ini ada tabungan yang disisihkan atau bahkan gak ada sama sekali karena kita sama sekali tidak akan tahu apa yang akan terjadi seperti pandemic saat ini.
  • Berinvestasi, soal yang satu ini mungkin bisa dilakukan jika sudah sehat secara keuangan akan tetapi jika belum rasanya butuh hal yang ekstra. Salah satunya tentu harus mempunyai tabungan terlebih dahulu.
  • Apabila punya usaha, keuangan dibuat terpisah

Keuangan usaha

  • Terpisah dari keuangan keluarga
  • Bisa menentukan biaya (seperti biaya bahan baku, biaya peralatan dll)
  • Bisa menentukan harga jual, jangan sampai malah kerja rodi gak ada untung sama sekali tapi bisa berujung rugi
  • Bisa membayar cicilan (bila ada)
  • Bisa mengatur cash flow keuangan

Sebelum memulai untuk merapihkan dan mengetahui kondisi keuangan, disini bang Aidil juga menjelaskan cara menge-cek keuangan atau Financial Check-up. Karena selama ini yang aku ketahui keuangan yang ideal itu adalah ada pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan dan bisa punya tabungan. Bahkan soal investasi-pun masih sedikit bingung, ehe.

Financial Check Up

  • Hutang
    Selama ini kita berpikir kalau hutang itu baik semua karena berdasarkan kebutuhan, tapi ternyata ada yang membedakan yaitu hutang buruk dan hutang baik.
  • Kekayaan bersih & Networth
    Aset yang dimiliki setelah dikurangi hutang masih ada dana maka itu termasuk positive jika sebaliknya artiknya kurang baik atau bangkrut.
  • Dana Darurat
    Dana yang dipersiapkan untuk hal darurat seperti kecelakaan, keluarga sakit atau ada alat elektronik yang rusak dll. Hal tersebut kita bisa persiapkan jika sudah punya dana darurat maka jika terjadi tidak menjual asset yang kita miliki.
  • Asuransi
  • Investasi
    Dapat kita gunakan untuk hal yang kita persiapkan nantinya untuk sebuah tujuan seperti punya rumah, kendaraan, biaya pendidikan anak, menikah dll.

Rumus mengatur keuangan bulanan dibagi menjadi 4 yaitu:

40% mencangkup kebutuhan sehari-hari yang kita perlukan

30% jika mempunyai tagihan atau cicilan seperti kendaraan, KPR dan lain-lain usahakan nilai cicilan tersebut tidak melebihi tiga puluh persen dari jumlah penghasilan yang kita miliki.

20% untuk masa depan, bisa menabung atau berinvestasi

10% kebaikan, bisa dibagi banyak hal seperti jalan-jalan bersama keluarga, memberi orangtua, mentraktir, zakat dll.

rumus mengatur keuangan

Batasan pembagian persentase keuangan dapat disesuaikan sesuai dengan penghasilan  yang kita miliki, namun jika belum terpenuhi atau bahkan habis untuk membayar cicilan dan kebutuhan bisa juga mencari penghasilan tambahan dengan kerja tambahan atau membuka usaha.

bijak mengelola keuangan tunaiku amar bank

Memperbesar Usaha Dengan Mencari Modal Tambahan

Semakin besar usaha tentunya bukan hanya semakin besar pendapatan yang dimiliki tapi juga membutuhkan modal untuk bisa maju dan meningkat. Seperti halnya untuk dapat bekerja lebih cepat mengerjakan pesanan membutuhkan alat pendukung yang lebih canggih.

Keputusan untuk mendapatkan modal tambahan usaha sebagai langkah investasi tentunya bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada Bank atau yang sedang popular saat ini adalah pinjaman online.

tunaiku aplikasi 1

Tunaiku menjadi salah satu platform terpercaya Pinjaman Online tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia, yang dapat memberikan solusi financial bagi masyarakat yang kurang terlayani atau belum dilayani oleh Lembaga Keuangan Formal.

Bukan hanya untuk modal tambahan untuk usaha lebih meningkat tapi bagi sebagian orang yang ingin memulai usaha tapi bingung untuk mendapatkan modalnya bisa juga melalui Tunaiku yang memiliki beberapa keunggulan diantaranya:

tunaiku aplikasi

Syarat yang dimiliki juga cukup mudah yaitu berusia 21-55 tahun, memiliki penghasilan, mempunyai KTP dan tanpa jaminan, serta tinggal dan bekerja di wilayah cakupan Tunaiku. Mengikuti perkembangan jaman yang apa-apa dikerjakan secara online untuk mengajukan pinjaman Tunaiku dapat di akses melalui aplikasi yang dapat di download di Google Play dan App Store dengan nama aplikasi Tunaiku.

Mungkin banyak diantara teman-teman masih ragu soal pinjaman online, dikarenakan banyaknya kasus pinjaman online yang cukup mengganggu dan meresahkan, bahkan diantaranya ternyata badan pinjaman online bodong, ada beberapa tips sebagai bahan pertimbangan pinjaman online yang terpercaya diantaranya:

  • Terpercaya dan reputable
    reputasi badan pinjaman online tersebut dibawah pengawasan badan terpercaya, bukan akun bodong
  • Terdaftar di OJK
  • Cicilan bisa panjang
  • Limi relative besar
  • Bunga kompetitive
  • Jaminan, apakah ada syarat harus memiliki sekian jaminan untuk melakukan pinjaman
  • Mempuyai platform tersendiri di Google Play atau App Store

Biasanya soal pinjaman bodong bukan hanya meresahkan peminjam tapi juga orang lain yang (baik) berhubungan atau tidak. Selain itu bunga yang didapat juga seringkali tidak masuk akal. Kalau sudah begini bukan hanya rugi untuk diri sendiri tapi juga merugikan orang lain.

Mulai sekarang yuk sedikit demi sedikit memperbaiki dan bijak dalam mengelola keuangan karena hal sedikit saja bisa berdampak panjang untuk masa depan nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *