Pada hari kedua webinar kini Pegadaian turut serta memberikan literasi dan inklusi keuangan serta memberikan kesempatan khusunya untuk penyandang disabilitas pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diperingati setiap bulan Oktober.

Webinar di hari kedua yang mengangkat tema Disabilitas Berkarya, Indonesia Berjaya tidak kalah menariknya dari webinar hari pertama yang dihadiri oleh sekitar 3000 peserta penyandang disabilitas. Para peserta yang hadir sangat antusias untuk belajar dan menggali informasi seputar keuangan bersama Pegadaian.

Webinar hari kedua menghadirkan Direktur Sumber Daya Manusia PT Pegadaian Ridwan Arbiansyah dan Womenpreneur Disability Nicky Claraentia Pratiwi sebagai narasumber.

Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) bertujuan untuk mewujudkan keterbukaan akses sistem keuangan formal bagi seluruh masyarakat, terutama masyarakat yang memiliki kerentanan secara ekonomi. Salah satu kelompok rentan ekonomi yang menjadi sasaran utama SNKI adalah Penyandang Disabilitas.

Berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh Penyandang Disabilitas berdampak pada rendahnya tingkat inklusi keuangan yang dimiliki, sehingga menjadi salah satu faktor penghambat kesejahteraan mereka.

Tidak hanya itu penyandang disabilitas kerap dipandang sebelah mata akan keterbatasan mereka. Meski kekurangan dari segi fisik namun semangat dan skill mereka bisa sama atau berada diatas rata-rata nondisabilitas.

Bahkan hingga saat ini terdapat 66 karyawan penyandang disabilitas yang tergabung di Pegadaian yang menargetkan minimal sebanyak merekrut 307 karyawan pada tahun 2021 atau sebanyak 2% dari total karyawan yang ada.

Dalam hal ini Pegadaian juga memperhatikan hal lainnya selain memberikan kesempatan membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung.

Lebih lanjut, Pak Ridwan menyampaikan bagaimana keterlibatan Karyawan Disabilitas berpengaruh secara positif terhadap peningkatan pelayanan dan peningkatan bisnis yang mengakomodir nasabah disabilitas.

Hal ini secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya akses terhadap produk dan layanan keuangan bagi kelompok Penyandang Disabilitas. Tentunya kesetaraan serta perhatian yang lebih untuk mereka dapat meningkatkan value lebih.

Tahun 2017, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) melakukan Studi Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas di Indonesia yang turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dimana secara umum para penyandang disabilitas belum dapat mengakses lembaga keuangan yang disebabkan beberapa sepereti terkendala persyaratan, stigma tidak mampu mengelola keuangan dan keterbatasan informasi produk atau layanan keuangan.

Itu sebabnya Pegadaian berkomitmen untuk terus meningkatkan keterlibatan dalam penyandang disabilitas yang mengacu empat prinsip inklusi disabilitas yaitu awareness, accesibility, support, dan engangement, pungkas pak Ridwan Arbiansyah.

Sementara itu hal tersebut juga di dukung oleh Nicky Claraentia Pratiwi Pegiat pada Thisable Enterprise dan Co-Founder di Tenoon,id. yang juga merupakan Penyandang Disabilitas Tunadaksa.

Penyandang disabilitas dapat memberikan peran penting dan kontribusi pada beragam profesi yang ada. Mba Nicky menyampaikan kepada teman-teman disabilitas bahwa jangan pernah merasa tidak mempunyai kesempatan akan tetapi apakah dalan kesempatan itu kita mau meraih untuk mengambilnya dan melakukan perubahan.

Bagaimana? Buat teman-teman penyandang disabilitas tidak usah berkecil hati lagi ya. Tertarik berkarir di pegadaian bisa langsung datangi website dan media sosialnya atau berbagai program yang di dirikan oleh mba Nicky.

Semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *