Menjelang pergantian tahun baru sudah banyak orang yang dari jauh-jauh hari merencanakan liburan panjang untuk menikmati sukacita gemanya tahun baru. Sayangnya entah kenapa semakin dewasa (cieelah) malah semakin malas untuk pergi jauh, kecuali ada yang bayarin, karena itu beda perkara beb. Jadilah memilih tempat wisata yang seringkali disebut wikennya orang Jakarta yaitu Bandung, kota kembang sejuta kenangan.

Siapa sih yang gak pernah ke Bandung, baru juga jadian pasti udah di ajak ke Bandung walau bilangnya ke Puncak tapi ujung-ujungnya malah bablas. Asal jangan ke bablasan yah kalau kamu belum bisa bertanggung jawab #ehapasih.

Setelah dipikir-pikir saya sering banget mengunjungi klenteng, entah mengapa menurut saya aura dari warna merahnya yang mendominasi itu membuat saya tertarik untuk lebih mendekat setelah itu mengenal. Karena katanya tak kenal maka tak sayang, kemudian saya mulai mencari tau ada sejarah apa dibaliknya.

libur imlek

 

Menjajaki Wisata Chinatown

Kecuali untuk tujuan Luar Negeri, entah mengapa untuk menggapai tujuan luar kota lebih suka naik kereta ketika pergi untuk berangkat dan pulang dengan menggunakan pesawat. Karena energi ketika berpergian itu masih banyak dan senang, jadi untuk melakukan perjalanan berjam-jam masih okelah ya. Menjelang libur imlek, adalah saat yang paling tepat untuk mendatangi kawasan pecinan, karena lebih meriah dari biasanya.

Kawasan pecinan memang menjadi daya tarik salah satu wisata, kali ini berada di Bandung. Kota Kembang memang gak pernah mati ya, selalu hidup dengan menawarkan banyak pilihan baik berupa kuliner atau tempat wisata. Sesampainya di Bandung saya langsung menelusuri jalan kelenteng, ada banyak street food yang kami temui salah satunya yaitu bola-bola ubi.

bola ubi bandung

Sembari menuju Chinatown Bandung ada sekitar 2 coffee shop kecil yang lucu kami lewati, sayangnya karena terlalu sore kami belum bisa mampir kesana, mungkin setelah dari Chinatown kali ya. Soalnya dari kedua coffee shop tersebut ada yang lucu, tempatnya vintage, mungkin ada sekitar 4 meja saja disana, bangunannya pun tidak seperti coffee shop modern pada umumnya, malah ini mirip rumah jadul. Penasaran kan, Sama!

Tiket masuk Chinatown Bandung yaitu 30ribu, kalau kesini saking pengen ngejar spot photo yang unyu-unyu jangan terlalu pagi juga ya karena bukanya dari jam 11 siang sampai jam 10 malam saja.

chinatown bandung

Mungkin saat lebaran imlek akan lebih ramai dari biasanya, tapi bukankah justru keramaian itu yang kita inginkan, meski hati tetaplah sepi.

Baru saja masuk kamu sudah dihampiri begitu banyak spot photo ala pecinan, sumpah gemes banget. Sebelum mulai menelusuri aku masuk ke area museumnya. Memang tidak begitu besar tapi ada beberapa barang dari jaman baheula masih terawat sampai sekarang.

Bahkan toko-toko yang menjual berbagai sovenir seperti baju, pulpen, gantungan, aksesoris memang di setting seperti toko-toko dengan hiasan ala pecinan. Berhubung aku gak suka belanja, jadinya gak beli apa-apa deh cuma liat-liat aja sampai puas hahahah.

cina di bandung

Kalau gak salah yang aku lihat untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu Flazz, tenang aja kalau saldo kartu kamu tidak ada karena tersedia booth pengisian saldo Flazz disini. Asalkan ada duitnya buat isi saldo aja yah.

Bukan hanya wisata yang cocok untuk anak muda apalagi yang sedang kasmaran tapi juga cocok untuk anak-anak dan orang tua. Karena ada satu spot yang berisi permainan adventure untuk anak, ini sih dijamin bakalan betah.

gulanyagulali bandung

Walau aku datang disaat sore, mungkin karena begitu banyak orang yang datang saat ini (maklum weekend) hawanya terasa panas. Nah, kalau udah kaya gitu enakan minum es kopi susu atau gelato yang terletak didepan permainan anak-anak.

Selain itu kamu gak perlu bingung akan ada kuliner apa aja disini, karena ada banyak banget makanan yang bisa kamu nikmati baik untuk cemilan, aneka minuman atau makanan berat sekalipun. Soal harga sih gak terlalu jauh beda dari tempat lain kok.

gelato

gelato bandung

Makin malam disini makin seru, pemandangan dengan lampu-lampu berpijar mulai menghangatkan suasana. Seru deh!

Selain Chinatown ada sejuta kuliner yang wajib kamu coba, setelah menjajaki Chinatown esok harinya aku mampir berburu coffee shop disini. Seperti biasa ditemukan secara tidak sengaja, bahkan bukan atas rekomendasi siapa-siapa. Tapi, justru disitu seninya.

bandung

Shareloc Coffee

Tempat ngopi yang satu ini terletak di bukit dan diperbatasan wilayah dago atas, sebut saja begitu. Tempatnya begitu sederhana dengan alat yang tidak sederhana. Tidak hanya menjual kopi saja tapi juga ada penganan lain seperti cilok goang atau kalau mie rebus juga tersedia kok.

 

View this post on Instagram

 

Di suatu hari yang random di Bandung, kami tiba2 mampir sejenak di sebuah coffee shop daerah Ciumbuleuit.Tertarik karena ada bangku panjang menghadap pemandangan ? kalo gitu udah paling enak deh sambil ngopi terus mikirin mau kemana sebenernya. – Tempatnya itu gak terlalu besar dan terbuka disampingnya ada yang jualan mie rebus juga, meski begitu rasa kopinya oke juga loh☺ – terus jangan lupa pesen cilok kuahnya yaa.. Enaaaakk banget sumpah, kuahnya seger, ciloknya lembut dan kenyelnya pas, hati2 sama sambalnya ya. Karena aku pakai sedikit udah pedes banget, tapi jdinya makin enak dan seger. Ditambah semilir angin makin nikmatinyaa ahiy. – . ☕?: V60 (20.000) dan Cilok Goang (15.000) ?: @shareloc.coffee ,bandung #gulanyagulali #foodporn #kulinerbandung #bandung #jajanbandung #gulanyagulalibandung #food #foodstagram #instafood #indonesianfood #indonesianculinary #traditionalfood #gulanyagulali #streetfood #followforfollow #jktfoodbang #anakjajan #foodphotography #foodphoto #foodie #foodblogger #coffee #cilok #kopi #ngopiyuk #hobikopi #coffeetography

A post shared by Winda & Zaldi | Food Blogger (@gulanyagulali) on

Terkadang kebahagiaan tidak melulu soal kemewahan yang berlimpah melainkan dalam kesederhaan tercipta rasa syukur.

Mau tau tempat ngopi mana lagi yang aku datangi di Bandung, akan aku ulas secara lengkap deh dipostingan selanjutnya ya.

 

See you!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *