Baru saja tiga bulan berlalu, kembalinya tenaga usai melahirkan dan terbiasanya malam hari dengan begadang tanpa henti menemani bayi hingga sempat merasakan banjir yang tak terduga. Ditengah berita Covid-19 atau Corona yang mulai menjadi hal menakutkan, membuat saya mengurungkan niat menunda vaksinasi Naila. Jadi, serem aja gitu!

Kemarin saya melalui proses kelahiran secara normal, sebenarnya dua hari selepas melahirkan sudah bisa wara-wiri. Hanya saja yang bikin kaget adalah berkurangnya waktu tidur dan harus menyusui bayi dua jam sekali.

Itu sebabnya sementara waktu selama hampir dua bulan memutuskan untuk tinggal dirumah orang tua, dengan alasan agar saya bisa memulihkan tenaga dan terbebas dari urusan rumah tangga. Belum kebayang aja gitu mesti masak, bersihin rumah dll.

pulang melahirkan di bidan anny
Photo pertama kami bertiga saat mau pulang selepas melahirkan Naila

Banyak mitos dan wejangan selepas melahirkan seperti tidak boleh keluar rumah kalau bayi belum beranjak usia 40 hari. Saat ditanya alasannya karena anak masi bayi banget, terlalu banyak virus diluar sana sedangkan imunitas anak belum baik sekali. Masuk akal sih.

Akhirnya saya mengurungkan niat untuk keluar rumah kecuali saat kontrol kesehatan, kontrol jahitan pasca lahiran dan vaksinasi naila yaitu BCG dan DPT1.

Saat Naila sudah memasuki usia 3 bulan rasanya sudah siap diajak berpergian dan saya yang mulai jenuh dirumah ingin refreshing diluar. Mendapati bahwa harus mengurungkan niat keluar rumah meski hanya ke Mall untuk makan dan berbelanja kebutuhan rumah.

Terjadi Pandemi, Covid-19 Selamat Datang

Pemberitaan di media memang sudah ramai dengan adanya virus Covid-19 atau virus corona yang menelan korban jiwa hingga jutaan orang. Banyak negara yang akhirnya memberlakukan lockdown.

Seingatku Indonesia saat itu masih sedikit santai karena belum terdeteksi adanya warga yang positive terjangkit virus corona, hingga akhirnya pemerintah mengumumkan jumlah pasien yang positive, kematian dan pdp corona. Semakin hari jumlahnya terus meningkat, jujur jadi semakin takut untuk keluar apalagi membawa bayi.

Keraguan dengan adanya virus corona yang mulai mencekam, melihat rumah sakit, puskesmas dengan berbagai protokol baru untuk virus ini semakin ketat. Selain itu juga himbauan terus menerus untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting.

Mulai khawatir berlebihan kalau sampai telat vaksinasi nanti anaknya kenapa-kenapa, sampai akhirnya mendapati informasi dari IDAI kalau sebaiknya untuk menunda vaksinasi hingga pengumuman selanjutnya. Toleransi ketelatan vaksinasi masih bisa hingga 3 minggu ke-depan. Baiklah, kita mah nurut aja.

tunda vaksinasi
Sabar ya kaki mungil, nanti kita bisa jalan-jalan lagi

Jangan Ragu Untuk Vaksinasi Bayi Ditengah Covid-19

Protokol kesehatan untuk keluar rumah seringkali di-gema-kan agar masyarakat paham pentingnya menjaga diri dan orang lain untuk dapat terlindungi dari terkena virus corona.

Akhirnya saya memutuskan untuk tetap melakukan vaksinasi terhadap Naila setelah dapat informasi untuk tetap tenang dan diperbolehkan vaksinasi asalkan tetap pada protokol kesehatan yang diberikan seperti selalu mencuci tangan dengan sabun atau bisa menggunakan hand sanitizer , tidak menyentuh area wajah, melindungi dan menghindari bayi dari kerumunan, selalu gunakan masker saat keluar rumah dan jaga jarak dengan orang lain.

Melihat hal tersebut beberapa Rumah Sakit, Puskesmas memberitahukan bahwa bagian anak dipastikan minim dari keramaian dan jauh dari tempat untuk pasien serta test covid-19. Kecuali tempat khusus seperti rumah bersalin atau bidan.

Lagipula daripada menunda terlalu lama untuk vaksinasi khawatir akan menjadi masalah baru untuk bayi.

imunisasi ditengah pandemi corona
Lengkapi imunisasi atau vaksinasi dasar meski ditengah pandemi Covid 19

Sebelum mulai imunisasi bayi jangan lupa untuk mencari tahu mengenai waktu imunisasi karena selama pandemi jadwal untuk imunisasi di Rumah sakit ataupun Puskesmas memiliki jadwal yang menyesuaikan selama pandemi.

Setelah melalui berbagai pertimbangan saya memilih untuk vaksinasi Naila di salah satu Bidan dekat rumah karena masih agar khawatir bertemu dengan banyak orang.

Bidan yang saya tuju untuk Imunisasi Naila menerapkan protokol kesehatan seperti ruang tunggu yang dibuat tidak berdekatan satu sama lain, pemeriksaan suhu bagi orangtua yang mengantar dan anak, mengawali pemeriksaan dengan cuci tangan atau hand sanitizer, mengenakan masker dan face shield saat melakukan tindakan dan jaga jarak aman saat berkonsultasi selepas vaksinasi.

Selesai imunisasi saya dan suami langsung pulang dan membersihkan diri guna melindungi dari sesuatu yang tidak terlihat. Menjaga diri saat pandemi seperti saat ini adalah suatu kewajiban dan syarat mutlak.

Bahkan saat ini beberapa orang mulai aware dan memastikan diri kalau dalam keadaan ‘sehat’ tanpa membawa apapun salah satunya dengan melakukan rapid test dikarenakan beberapa alasan diantaranya:

  • Pernah kontak dengan salah satu pasien dalan pengawasan (PDP) atau orang yang sudah positive terkena corona
  • Merasa mengalami gejala tanda awal corona
  • Masyarakat dengan profesi interaksi sosial tinggi seperti pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas, Klinik dll), pedagang pasar, polisi, TNI dll

Pemerintah-pun mulai menginformasikan beberapa tempat yang bisa dilakukan untuk melakukan rapid test secara gratis dengan waktu tertentu. Tapi, masih banyak orang yang bingung untuk melakukan test seperti masalah tempat, prosedur dan sebaganya.

Dalam era modern dan serba tekhnologi berbasis digital seperti saat ini telah hadir Halodoc yang siap memberikan informasi apapun termasuk seputar Rapid Test Covid-19.

Bagi yang belum tau jadi Halodoc merupakan salah satu aplikasi yang bisa di download lewat App Store maupun Google Play. Memberikan solusi bagi calon pasien untuk interaksi kepada dokter melalui layanan online.

Selain itu Ada banyak fitur yang bisa digunakan pada Halodoc salah satunya membuat janji secara online dengan dokter spesialis pilihan tanpa harus antri, membeli kebutuhan obat, layanan pemeriksaan lab, layanan prioritas, Asuransi, mencari rumah sakit sesuai kebutuhan dll.

Halodoc sudah bekerjasama dengan layanan Ojek Online seperti Gojek sehingga untuk pengantaran obat dapat dilakukan dengan cepat dan baik. Karena terkadang kita suka bingung untuk menentukan obat yang tepat pada masalah kesehatan yang ringan, mau beli obat warung tapi takut salah, mau ke Apotik tapi suka ragu dan makin bimbang, nah konsultasi online lewat Halodoc juga bisa sebelum nantinya dilakukan keputusan untuk konsultasi langsung tatap muka dengan dokter spesialis. Bahkan reservasi dilakukan juga bisa lewat aplikasi, jadi meminimalisir antrian dan tentunya hemat waktu dan tenaga.

Vaksinasi atau Imunisasi selanjutnya yaitu DPT3 kemungkinan Naila akan coba di Puskesmas dekat rumah orang tua saya, karena dalam segi fasilitas, kenyamanan masih lebih baik daripada di Puskesmas atau Bidan dekat rumah.

Semoga buat ibu-ibu diluar sana yang memiliki bayi tetap semangat, sehat dan lengkapi vaksinasi dasarnya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *