Perjalanan tanpa rencana namun
dengan persiapan, tanpa uang sepeser-pun dan perlengkapan seadanya dari rumah.
Pelukan hangat dari dua orang sahabat di pinggir jalan kota bogor, yang mampu
menyentuh hingga dasar hatiku, terenyuh dibuatnya, air mata yang
terus mengalir tanpa tertahan sepanjang perjalanan. Malam itu keinginan yang
sama namun berbeda tujuan, mungkin keputusan ku yang mengecewakan dan terlalu egois tapi ini
beralasan. Mereka ke sukabumi aku ke puncak dan itu adalah malam yang tak
pernah ku lupakan. “hati-hati di jalan
kawan dan bersenang-senang-lah”
ungkapku dengan do’a.
Gak perlu dijelasin bagaimana menusuknya udara dipuncak
sana pukul 2 pagi, bagaimana bisa jaket tipis ini mampu menyelimuti dengan
penuh kehangatan agar aku bisa terlelap hingga fajar menjelang. Setelah segelas
teh manis hangat yang lekas dingin tanpa hitungan jam, dan mie rebus yang
berhasil ku lahap, mampu membuat mataku lelah namun tidak dengan tubuhku. Bisa aku
terpejam namun tidak dengan tubuhku. Berkali-kali aku mencari posisi pas untuk
dapat istrihat sejenak pada warung kecil di sekitar cibodas. Tapi aku tidak
sendiri, aku bersama dian, sepupu-ku.
Sabtu pagi di cibodas, bangun dalam
keadaan badan telah pegel-pegel, ketika adzan sedang di-kumandangkan, ketika
matahari-pun masih nampak malu-malu bersinar. Coba kau hirup udaranya, ia menyegarkan masuk ke dalam rongga paru-paru
mu, seketika terbatuk ketika kau mulai menghirup selama yang kau bisa dan
menghempas udaranya keluar
, segar sekali. Perbincangan sksd (sok kenal sok dekat) pada 4 pria asing dari
depok (romy plus ade nya, si botak dan bobby), mengajak serta kami untuk ikut melakukan perjalanan bersama mereka.
Curug Cibeureum (Ciberem) yang
mempunyai ketinggian sekitar 60 meter merupakan objek wisata yang terletak di
kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Indonesia, masuk dari pintu
cibodas. untuk sampai sana kita harus
berjalan selama kurang lebih 4 kilo meter dari pintu masuk, selama
perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata, semua serba
hijau mentereng bukan
duit yaaa..tapi pepohonan (yaiyalaaah.. :p)
sesekali juga bertemu
dengan para pendaki yang akan pendakian
ke gunung gede.

Dalam perjalanan kesana dengan kondisi jalanan yang menanjak, sering kali
menepi untuk beristirahat dan mengatur nafas, dan beberapa lelucon yang
menghiasi menghasilkan tawa yang beriringan dan tersimpan pada tiap dedaunan
yang kita lewati. Membaurkan diri bersama alam, menghempas jiwa bersama alam,
selangkah demi langkah untuk sampai tujuan, dengan rasa puas ketika sampai pada
titik tujuan. Ada suatu cerita yang terdengar dari sebuah batu yang terletak
ditengah-tengah air terjun tersebut yang mirip sekali seperti orang yang sedang
berdiri menyikapkan kedua tangannya di dada seperti gerakan sholat konon katanya batu
tersebut merupakan jelmaan seorang wali yang sedang bertapa di air terjun dan
akan bangkit kembali ketika hari akhir nanti katanyaaa loh yaa..


Saatnya turun dan pulang, ingin
rasanya menggelindingkan diri untuk sampai bawah, betis yang semakin ngebet, tulang persendian kaki yang
rasanya sudah lepas. Tapi itu semua terbayar dengan bertemu teman-teman baru,
dan perjalanan yang seru ..!
Singkat kata :
– katanya gw sempet ngigo sewaktu tidur setelah
turun dari cibereum -__- iihh masa sih, malu-maluin aja..

– Cuma ngantongin duit cepe itu juga tiba-tiba ada di kantong kirain magic,ternyata temen gw yg nyelipin ketika berpelukan ala teletubies 🙂 ya ampuuunn :(… 
karena memang gak niat buat kesana, dari rumah aja cuma bilang mau melepas kepergian temen2 yang mau touring ke sukabumi dan kumpulnya di TMII.. yees i know, gw bohong sama orang tua sendiri *feel guilty*
– pulang dari cibodas sempetin photo-photo di pinggir kebun teh nya
– terus mampir ke kopdaran Pegasus bogor
– mendarat di rumah dengan manis ..
– btw disini seneng deh liat photo diri sendiri disini soalnya rada
kurus hahaha.. yaa maklum aja lah ya bow, lagi galau gak nafsu makan, tapi
efeknya kok bagus yaa *menghibur diri banget huwahahaha..!

ini salah satu perjalanan galau yang ngangenin 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *