Setiap perempuan tentunya ingin sehat, cantik dan bahagia. Namun, bagaimana jika ada hal yang tidak kita inginkan terjadi. Penyakit yang tanpa kita sadari ternyata menyerang tubuh ini, selain kanker serviks ada kanker payudara yang bisa merenggut kepercayaan diri bahkan nyawa.

Lalu bagaimana kita sadari kapan dan gejala awal terjadinya?

Kanker Payudara salah satu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker tersebut dapat tumbuh jika terjadi pertumbuhan abnormal dari sel-sel di payudara.

Sel-sel tersebutlah yang membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi kemudian membentuk benjolan atau massa. Pada stadium dengan level yang semakin parah, sel-sel abnormal tersebut dapat menyebar melalui kelenjar getah bening ke organ tubuh lainnya.

Lalu bagaimana kita mengenali akan gejala kanker payudara tersebut?

kanker payudara

Gejala Kanker Payudara

Biasanya suka gak sadar akan gejala yang terjadi oleh penderita kanker payudara, sedikitnya masih banyak yang mengabaikan dan menganggap sebagai penyakit biasa, padahal bisa jadi tanda-tanda yang tidak beres.

Pada stadium dini, kanker payudara dapat tidak menunjukkan gejala tertentu. Oleh karena itu pentingnya untuk SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulannya. Pada 10 hari setelah masa haid berakhir, raba dengan teliti searah jarum jam payudara untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan pada payudara.

Beberapa gejala kanker payudara diantaranya:

  • Benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar.
  • Darah keluar dari puting payudara.
  • Kemerahan atau pembesaran pori-pori kulit payudara, yang menyerupai kulit jeruk.
  • Nyeri dan pembengkakan pada payudara.
  • Pengelupasan kulit di sekitar puting payudara.
  • Perubahan pada kulit payudara, seperti cekungan.
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
  • Puting tertarik masuk (retraksi atau inversi) ke dalam.
  • Benjolan atau pembengkakan di bawah ketiak.
gejala kanker payudara

Jika ditemukan adanya gejala yang mengkhawatirkan segera melakukan diagnosis kanker payudara dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik langsung untuk mendeteksi perubahan yang terjadi serta mengecek kelenjar getah bening pada ketiak dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti:

  • Mammogram atau foto payudara, untuk mendeteksi kelainan pada payudara.
  • Ultrasonografi (USG) payudara, untuk menentukan benjolan payudara berupa massa padat atau kista yang berisi cairan.
  • Biopsi dengan pengambilan sampel jaringan, untuk diperiksa di laboratorium dan menentukan sel yang diperiksa bersifat jinak atau ganas.
  • Computerized Tomography scan (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk menentukan ukuran serta penyebaran dari kanker payudara.

Mencegah Terjadinya Kanker Payudara

Salah satu keuntungan menjadi seorang ibu ternyata dapat mencegah terjadinya kanker payudara yaitu dengan menyusui anak hingga berusia dua tahun dan cara pencegahan lainnya yaitu:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Cukup istirahat.
  • Pemeriksaan rutin dan teliti dengan SADARI.
  • Pengelolaan stres yang baik.
  • Pola makan gizi seimbang.
  • Tidak merokok atau minum minuman beralkohol.

Menempuh Cara Untuk Pengobatan Kanker Payudara

Cara penanganan kanker payudara tergantung pada jenis kanker yang dialami, stadium kanker, ukuran massa serta pada sensitivitas sel kanker terhadap hormone. Dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai dengan keadaan penderita.

kanker payudara halodoc

Beberapa pilihan pengobatan pada kanker payudara diantaranya:

  • Pembedahan, yang meliputi pengangkatan kanker atau benjolan (lumpektomi), pengangkatan seluruh payudara (mastektomi), pengangkatan jumlah terbatas dari kelenjar limfe (sentinel node biopsy), atau pengangkatan beberapa kelenjar limfe (axillary lymph node dissection).
  • Radioterapi, yang dilakukan dengan menggunakan energi sinar X dan proton, untuk mematikan sel-sel kanker.
  • Kemoterapi, yang dilakukan dengan menggunakan obat-obatan tertentu, untuk mematikan sel kanker.
  • Terapi penghambat hormon, jika kanker diketahui sensitif terhadap hormon estrogen atau progesteron.

Yuk mulai Sadari dan sayangi diri, segeralah untuk membuat janji bertemu dengan dokter di rumah sakit pilihan agar semakin cepat terdeteksi dan segera diobati. Semoga kita semua sehat-sehat selalu ya, Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *