Efek pandemi kini mulai memulihkan sedikit demi sedikit perekonomian, mulai dari pusat hiburan, sekolah yang dibuka kembali hingga tempat makan.

Dua tahun kita mulai terbiasa dihadapi oleh new era dimana semua orang mulai merubah gaya hidup lebih sehat hingga concern dengan kesehatan. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati.

Ngomong-ngomong soal wisata kuliner, ada banyak tempat makan yang kini mulai beralih melihat peluang lain demi survive saat ini dengan menjual secara online. Bahkan tidak sedikit pula yang mencari peruntungan dengan membuka usaha secara online.

Usaha Kuliner Online

Usaha kuliner yang paling banyak diminati dikarenakan banyaknya orang yang selalu dirumah (Kerja dari rumah hingga sekolah dirumah). Gak heran kalau pertumbuhan platform online kian pesat persaingannya.

bekerja sambil bermain dengan anak nabati

Tapi, sadar gak sih meski kini dimanjakan dengan berbagai fasilitas delivery terutama soal Food and Beverages. Soal kebersihan dan keamanan tetaplah tidak bisa kita kontrol meski kita yakin bahwa tempat kita membeli makanan atau minuman tersebut sudah sesuai dengan standart kebersihan seharusnya.

Bisa jadi mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyiapan, pengepakan, penyimpanan hingga pengiriman sudah dilakukan dengan baik, namun siapa sangka jika kuman yang menyebabkan tifoid dapat bersembunyi dan hal yang tidak di inginkan bisa saja terjadi. Apes sih memang. Kalau sudah begitu rantai penyebaran penyakit dimulai.

Selain virus corona yang memberikan dampak besar-besaran pada Indonesia, kita mesti ingat bahwa ada virus-virus lainnya yang juga sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa kita seperti demam tifoid.

spicy coconut paitan ramen chin ma ya 2

Dari Street Food Hingga Restoran

Wisata kuliner yang sudah mulai beroperasi bukan hanya sasaran untuk dicoba dengan menggunakan layanan delivery saja tapi lebih nikmat jika langsung mendatangi tempatnya.

street food

Seperti kuliner Street Food yang tidak semuanya dapat ditemukan secara online. Aku paling suka jajanan pasar atau jajanan semasa kecil. Biasanya selagi pergi berbelanja ke pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan dapur tidak lupa untuk mampir membeli kue-kue pasar yang menurutku rasanya itu khas.

Jajanan Pasar

Atau bahkan abang-abang pinggir jalan yang menjajakan dagangannya dengan gerobak, seakan belum beroperasi secara millenial namun dengan membelinya secara langsung juga dapat membantu perekonomian rakyat. Sayangnya memang soal higienitas seakan menjadi standar biasa saja.

Kue Cubit

Berbeda jikalau kita wisata kuliner yang sudah mempuyai tempat tersendiri seperti rumah makan, restoran dari bintang satu hinga bintang lima.

Tidak menutup kemungkinan jika tempat kuliner yang sudah mempunyai tempat tersebut sudah memenuhi standar kebersihan yang sesuai, aman dan nyaman.

Itulah sebabnya kita tidak pernah tahu bagaimana virus tersebut dapat menyerang imun tubuh kita yang sedang lemah ketika menyantap hidangan kesukaan.

restoran

Jauhi Demam Tifoid Saat #SantapAman

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional pada tanggal 11 November 2021 Sanofi Pasteur Indonesia menginisiasi kampanye #SantapAman untuk mensosialisasikan pentingnya mencegah penyakit yang ditularkan melalui makanan atau Food Borne Disease terutama penyakit tifoid.

Narasumber yang hadir diantaranya dr dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Dhani Arifandi T sebagai Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia dan William Gozali sebagai Chef dan Pecinta Kuliner.

Demam Tifoid di Indonesia masih tergolong penyakit endemik yang cenderung dapat meningkat tiap tahunnya. Menurut data WHO diperkirakan 11-20 juta orang terkena Demam Tifoid dan mengakibatkan kematian sebanyak 128.000 – 161.000 orang setiap tahunnya di seluruh dunia.

Risiko kontaminasi yang terjadi melalui makanan dapat menyebabkan kuman yang bersembunyi dalam makanan atau minuman dan masuk kedalam tubuh yang bisa kita sebut Food Borne Disease.

wisata kuliner
Wisata Kuliner dengan Keluarga

Demam Tifoid adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi, gejala yang ditampakkan juga cukup beragam dari yang ringan, berat hingga timbul komplikasi yang mengancam jiwa seperti :

  • Demam secara bertahap hingga mencapai 39-40 derajat celcius, dapat lebih tinggi saat malam hari
  • Nyeri Otot
  • Sakit Kepala
  • Tidak enak badan
  • Pembesaran Ginjal dan Hati
  • Kelelahan dan Lemas
  • Berkeringat
  • Batuk Kering
  • Penurunan Berat Badan
  • Sakit Perut
  • Kehilangan Nafsu Makan
  • Diare pada anak dan Konstipas untuk orang dewasa
  • Ruam Kulit dan
  • Linglung
demam tifoid

Cara Mencegah Demam Tifoid

Tentunya sebagai Food Blogger yang gemar mencicipi berbagai hidangan mulai dari makanan kesukaan hingga yang viral ingin sekali melindungi diri agar tanpa khawatir ketika menyantap makanan atau minuman diluar.

Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat kita lakukan untuk mencegah demam tifoid disamping sanitasi dan higienitas pribadi yaitu dengan melakukan Vaksin Tifoid.

aman wisata kuliner dengan vaksin tifoid

Salah satu jenis vaksin tifoid yang umum digunakan adalah vaksin tifoid injeksi polisakarida VI. Berdasarkan data pemantauan selama 20 bulan menunjukkan bahwa vaksin tifoid jenis ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit tifoid sebesar 74%.

Cara Kerja Caksin Tifoid untuk penyakit tifoid yaitu meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi bakteri Salmonella Typhi. Sedangkan prosedur pemakaiannya Vaksin Tifoid bisa diberikan kepada anak mulai dari usia 2 tahun sampai dengan orang dewasa, dengan satu kali dosis saja pada jangka selama 3 tahun. Jadi, vaksin harus diulang setiap tiga tahun sekali. -Ujar Suzy Maria, Sp.PD-KAI.

Semoga dengan informasi mengenai kampanye #SantapAman yang digalakkan oleh Sanofi dapat memberikan pencerahan dan membuat kita terhindar serta memutus rantai penyebaran kuman yang menyebabkan demam tifoid.

Informasi selengkapnya bisa dilihat dan follow akun instagram @kenapaharusvaksin.

4 thoughts on “#SantapAman Bersama Sanofi – Wisata Kuliner Tanpa Khawatir Dengan Vaksin Tifoid”

  1. Iya yaaa.. mau di street food atau di restorant bintang 5 kalau soal kebersihan kita nggak tau pastinya. Kalau mau tertular bakteri ya terular aja. Sebagai pencinta kuliner harus diproteksi dengan vaksin tifoid ya, biar jajannya jadi bisa di santap aman.

  2. Iyess, mau di street food atau hotel bintang 5 sekalipun, yg namanya bakteri makanan minuman bisa aja ada kan. Makanya penting banget menjaga imun tubuh kita ya. Salah satunya dg melakukan vaksin tifoid 😀

  3. Salah fokus sama foto-fotonya, cakep-cakep semua teh Winda! Iyes, tempat makan yang terlihat resik dan apik nggak menjamin. Sebaliknya, kedai pinggir jalan atau abang gerobak juga tak berarti jorok. Adalah baik bila kita yang selalu menjaga kebersihan diri di mana pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *