Pandemi membuat semua para pelaku usaha dari berbagai bidang ikut terkena imbasnya. Bukan hanya itu saja para pekerja-pun demikian harus rela kehilangan pekerjaannya.

Untuk dapat bertahan hidup pada era New Normal, tidak sedikit yang mulai mencari peruntungan dalam melakukan usaha dan beralih mencari cara untuk switch dari offline ke online.

Namun sayangnya tidak sedikit pula demi bertahannya hidup dan memulai usaha terjebak dengan pinjaman online ilegal.

Lewat bincang Ngopi Virtual Pegadaian kali ini yang mengangkat tema UMKM Bangkit, Ekonomi Maju di isi oleh narasumber Meika Hazim selaku Founder Ndalem Indonesia. Akan membahas seputar usaha cokelat ditengah pandemi dan bagaimana cara mengatasinya serta solusi SenyuM dari Pegadaian. Penasaran, yuk disimak.

Ngopi Virtual Literasi Finansial Pegadaian

Menghadapi Perubahan Di Tengah Pandemi

Nai Bakehouse yang saya dirikan pada bulan Desember 2020 lahir dikarenakan pandemi. Yang dimana menurut saya sebagai salah satu langkah untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

Usaha ini dilakukan bukan hanya adanya peluang besar pada industri makanan yang sedang maraknya ditengah pandemi tapi juga salah satu skill yang bisa saya lakukan, karena hal pertama dalam menjalankan bisnis adalah dengan sesuatu yang kita sukai dan kuasai pada situasi modal yang terbatas adalah yang utama.

Penjelasan Mba Meika Hazim pendiri dari Ndalem Indonesia memberikan insight baru bagi kami yang akan atau sedang ingin menjalankan usaha.

Ndalem Indonesia merupakan bisnis makanan yang berfokus pada pembuatan cokelat khas Jogjakarta, dimana target marketnya adalah tourist dan diperuntukan sebagai penganan oleh-oleh.

Dalam menentukan target market Ndalem Indonesia sudah meriset dengan perilaku orang Indonesia seperti di kota-kota besar diantaranya Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Makassar. Dimana 77% warga perkotaan memilih untuk ngemil sepanjang hari dan mengurangi porsi makanan berat.

Lalu bagaimanakah cara Ndalem bertahan di tengah pandemi, strategi apa yang dilakukannya?

Pada 3 tahun terakhir pertumbuhan pasar online meningkat yang didominasi oleh generasi muda dengan segmen Students and Graduates, Young Work Professional.

Itu sebabnya kini bukan hanya para pelaku UMKM saja, banyak produsen mulai menggunakan omni channel di rantai distribusinya dan brand-brand besar kini mulai melakukan direct selling di marketplace.

Akan tetapi menjual tidak semudah itu ada strategi yang mesti dilakukan agar target ataupun goal yang sudah kita tetapkan dapat tercapai.

Jujur memang terlihat mudah untuk menjual secara online, bayangan saya saat mendirikan Nai Bakehouse hanya bermodalkan di upload di media sosial saja dan marketplace namun ternyata tidak semudah itu menarik dan menjangkau calon pelanggan khususnya pelanggan baru.

Berikut Tips Strategi Penjualan dari Ndalem Indonesia, diantaranya :

1. Know Your Market
Untuk mengetahui target market ketahui 3 komponen ini terlebih dahulu yaitu Concept, Positioning And Target pada setiap produk yang kita buat sebagai contoh berikut contoh dari Ndalem Indonesia.

Produk Ndalem Indonesia

2. Build Strategy & Keep Innovating
Membangun strategi tentunya bisa mempunyai dampak yang cukup besar bagi sekitar yang mendukung dalam usaha kita. Dalam hal ini Ndalem Indonesia turut memberikan senyum bagi para petani kakao dalam negeri. Mendukung dan ikut memajukan produk lokal

Terus berinovasi menciptakan produk dan menunjukkan ide yang berbeda dari ide usaha yang sama di tempat lain. Beberapa type inovasi diantaranya Inovasi Produk, Inovasi Marketing, Inovasi Proses, Inovasi Teknikal dan Inovasi Administrasi.

Sebagai contoh pada era pandemi banyak orang yang mulai aware terhadap kesehatan dan beralih dengan hal yang berbau rempah-rempah, memanfaatkan hal tersebut sebagai peluang Ndalem memproduksi produk baru khas Indonesia berasal dari eksplorasi rasa campuran buah Indonesia dalam varian rasa seperti Cokelat rasa Rujak Es Cincau, Jeruk Nipis dan Es Kelapa Muda Cocopandan.

Strategy UMKM Ndalem Indonesia

3. Collaboration Era
Berkolaborasi artinya bergandenan tangan dengan banyak pihak untuk meluaskan pasar dan membuat dampak baik bersama. Simbiosis mutualisme mungkin adalah kata yang tepat. Kedua belah pihak dapat saling membantu dan mempromosikan hasil karya bersama.

Sedikit demi sedikit sepertinya saya mulai merubah dan upgrade strategi apa yang harus dilakukan agar usaha ini terus berjalan dan maju seperti Ndalem Indonesia.

Salah satunya yang saya ingin coba adalah kolaborasi, karena masing-masing usaha mempunyai pasar sendiri jadi jika keduanya bekerjasama untuk saling membantu mempromosikan tentunya akan saling menguntungkan. Dengan harap produk yang kita miliki dapat dikenal lebih luas.

Rasanya gak lengkap jika usaha dapat berjalan tanpa di imbangi dengan pengaturan keuangan yang tepat. Berikut adalah tips pengaturan keuangan dari Ndalem Indonesia.

Tips Mengatur Keuangan Usaha

Melakukan pencatatan dan analisa dalam setiap membuat keputusan yang tepat dapat membuat perubahan pada suatu usaha apakah dapat berjalan dengan baik dan bisa berkembang.

Langkah awah yang harus dilakukan dan sering terabaikan oleh para pelaku usaha pemula yaitu dengan menggabungkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Sebaiknya harus segera dipisahkan, agar dapat di analisa lebih lanjut.

Beberapa penyebab kegagalan keuangan ditandain dengan mencampur keuangan pribadi dan keuangan usaha, Tidak menggaji diri sendiri, Tidak mencatat setiap transaksi, Tidak membuat laporan keuangan dan yang terakhir tidak melakukan analisa usaha berdasarkan laporan keuangan.

Lalu bagaimana Tips and Trick dalam mengelola keuangan :
  1. Buat rencana
    Pisahkan terlebih dahulu keuangan pribadi dan keuangan usaha, pertimbangkan sebelum melakukan pengeluaran dan buat laporan keuangan dan analisa penggunaannya.
  2. Cerdas Keuangan
    Belajar mandiri dengan gunakan QRIS atau dompet digital untuk mempermudah transaksi serta dapat menggunakan aplikasi pencatatan keuangan di HP.
  3. Menabung
    Pilih metode pembiayaan yang tidak memberatkan, Asuransi / Investasi serta Dana siaga untuk usaha dan keluarga.

SenyuM Pegadaian Mewujudkan Harapan UMKM

Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Pegadaian menyelenggarakan banyak program menarik guna sebagai upaya menciptakan keuangan inklusif bagi seluruh lapisan dan segmen masyarakat. Salah satu segmen yang menjadi fokus Pegadaian saat ini adalah sektor Ultra Mikro dan UMKM.

Berbagai kegiatan mulai edukasi keuangan, program discount, cashback, point, bonus dan rewards, fasilitias kredit bagi para UMKM, pameran virtual, hingga kampanye dan publikasi.

Ditengah maraknya Pinjaman Online ilegal yang semakin mengkhawatirkan Pegadaian menunjukkan komitmennya untuk menguatkan literasi keuangan masyarakat sesuai dengan arahan Pemerintah dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui kegiatas edukasi keuangan.

Tidak sedikit yang terkena dampak akibat pandemi karena mulai banyaknya kehilangan pekerjaan dan mencari cara untuk bertahan salah satu langkah adalah dengan membuka usaha. Demi mendapatkan modal karena minimnya informasi akhirnya banyak yang terjebak untuk meminjam uang lewat pinjaman online ilegal dengan iming-iming prosesnya yang cepat padahal bunganya tinggi dan tidak menguntungkan.

Lewat kegiatan webinar Ngobrol Virtual Literasi Finansial Pegadaian (Ngopi) bersama dengan Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT.Pegadaian Damar Latri Setiawan menjelaskan secara singkat Pegadaian berdiri sejak tahun 1901 dan melayani seluruh pelosok negeri melalui beragam layanan untuk mendorong ekonomi masyarakat dan peningkatan inklusi keuangan.

Sebanyak 3000 peserta yang mayoritas adalah pelaku UMKM di seluruh Indonesia hadir dalam webinar guna menggali informasi seputar produk baru dan info literasi keuangan.

Kini Pegadaian memiliki 34 outlet The Gade Coffee & Gold, 70 Bank Sampah, 843 Sinergi/MoU dan 105 Unit kerja Co-Location SenyuM (Sentra Layanan Ultra Mikro). Pegadaian memiliki 12 Kantor Wilayah, 61 Kantor Area, 4.087 Outlet dan puluhan ribu agen aktif. Diisi hampir 30ribu karyawan yang dimana kebanyakan adalah sekitar 65% kaum milenial. Tidak hanya itu Pegadaian juga memiliki banyak nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” Pegadaian berkolaborasi dengan BRI dan PNM mengembangkan segmen Ultra Mikro dengan lebih baik. Sekitar terdapat enam proporsi nilai yang ditawarkan UMi yaitu penawaran produk yang komprehensif, titik akses nasabah yang luas dengan adanya Co-Location, pemahaman kebutuhan nasabah dengan lebih baik melalui integrasi dan analitik big data, pemberdayaan kesejahteraan, kemudahan akses ke Micro Payment Ecosytem & Beyond Banking, dan UMKM Go Digital.

SenyuM UMKM Pegadaian
SenyuM UMKM Pegadaian

Layanan SenyuM bukan hanya memberikan modal usaha saja namun juga ada beberapa pelatihan bagi para pelaku usaha yang didampingi selama usaha hingga sukses. Ekosistem UMi menawarkan 6 proporsi nilai kepada segmen Petani/peternak, Pedagang pasar tradisional, Pemilik toko/pengrajin, dan Pekerja lepasan (Gig worker).

Pinjaman Online Ilegal

Persyaratannya juga mudah, prosesnya cepat dan tarif sewa modal kompetitif. Info lebih lanjut bisa langsung mendatangi Outlet Pegadaian terdekat guna mengembangkan usaha lebih baik dan maju. Kalau tidak mulai sekarang lalu kapan lagi. Kini masalah modal usaha dapat terpecahkan melalui Pegadaian dengan program SenyuM.

Semoga membantu dan sukses selalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *