Tepat tanggal 22 Desember diperingatinya Hari Ibu. Berbagai doa serta ucapan manis menghiasi timeline dunia maya. Sebenarnya setiap hari adalah hari ibu, karena kasihnya sepanjang masa dan doanya yang tak pernah putus .

Semenjak sudah bisa mencari uang sendiri, jadi mulai bisa menghargai segala jerih payah yang dihasilkan. Pasalnya dulu saat sekolah saya terkadang suka menggampangkan banyak hal. Ah, tenang masih bisa minta sama orang tua. Ah, tenang nanti juga orang tua bisa selesain. Dst…

Sejak setiap peluh keringat dan mengetahui bagaimana kerasnya sebuah pengorbanan yang belum seberapa ini, jadi semakin ingat betapa ngurus anak, keluarga itu sungguhlah tidak mudah. Apalagi dengan ketiga anak yang banyak maunya dan sering menyusahkan.

Seringkali saya mendapati bunda tampak lelah dan termenung dan berusaha untuk selalu tersenyum didepan kami semua, keluarganya. Jadi membuat saya teringat tentang percakapan iblis kepada anak buahnya :

“Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya
Beri ia perasaan akan rasa lelahnya bertubi-tubi yang membuatnya merasa lemah dan kehabisan energy. Jika ia sudah merasa lelah, ambillah rasa syukurnya dan biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga.

Lalu buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya setelah kau ambil rasa syukurnya.
Buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri. Sibukkan padangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.

Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga jika itu sudah terjadi, ambillah juga sabarnya, Gaduhkanlah hatinya agar ia merasa banyak hal berantakan dalam rumahnya.

Buatlah ia merasa banyak maslaah yang ditimbulkan dari anak-anaknya, dari suaminya. Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tidak lagi menghargainya lagi. Lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan.

Hilanglah aura syurga dalam rumah dank au akan menemukan perlahan, rumah itu rusak dari pintu seorang ibu”.

Saya tidak menginginkan hal itu terjadi, saya akan sangat berdosa dan terluka jika membuat beliau menangis dan kecewa. Walau kami berdua pernah bersinggungan untuk sebuah masalah yang pelik. Beliau tetaplah ibu saya, beliau adalah syurga saya.

selamat hari ibu 1

 

 

Malu Dengan Pengorbanan Ibu

Beberapa bulan kebelakang, saya mendapatkan sebuah masalah yang rasanya membuat saya ingin sekali menyerah dengan keadaan dan lari dari kehidupan. Tapi, malam itu melihat wajah bunda yang tertidur pulas, rasanya menjadi malu dan nangis sendiri. Karena terlalu gampang menyerah untuk masalah sepele ini. Iya sepele karena harus menyingkirkan diri dan hidup karena hal ini saja.

Melihat bunda dengan wajah teduhnya yang selama ini mengurus ketiga anaknya yang seringkali merepotkan dan belum bisa membahagiakannya secara penuh mampu menjadi pondasi terkuat untuk keluarganya.

Sadar bahwa saya seringkali membantah, marah bahkan membuatnya menangis. Untuk hal sepele seperti membantunya dirumahpun kadang masih sering terlewati oleh saya. Padahal dengan membantu pekerjaannya dapat meringankan beban bunda dan menyenangkan hatinya.

Malam itu merubah segalanya, saya ingat bagaimana bunda merawat dan begitu menyayangi semua anak-anaknya. Bahkan rela untuk membagi dan memendam keinginannya hanya untuk menyenangkan anak dan keluarga. Terutama saya belum bisa memenuhi salah satu keinginannya tersebut.

Pernah suatu ketika saya mengetahui kalau bunda dengan diam-diam meminjam uang kepada temannya yang diketahui seorang rentenir. Karena terpaksa dan tidak tahu harus melakukan apa dan kemana lagi meminta bantuan.

Beliau tidak ingin membebankan masalah itu kepada anak-anaknya. Uang tersebut beliau usahakan untuk membayar kuliah adik saya. Walau tiap bulannya saya memberi uang yang tidak seberapa banyaknya tersebut, yang saya harap dapat ia gunakan untuk membeli kosmetik atau pakaiannya, malah lagi-lagi lari untuk kebutuhan keluarga. Saat itu saya janji ingin sekali meringankan bebannya, ingin sekali membuat hatinya tenang, bangga dan senang.

selamat hari ibu

 

Masa Kecil Dengan Bunda

Kejadian yang tidak pernah saya lupa ketika saya masih duduk bangku Sekolah Dasar adalah saat saya sesegukan dan menangis seharian untuk minta dibelikan mainan, namanya Tamagochi, yaitu sebuah mainan untuk memelihara hewan dalam bentuk digital.

Dari awal saya selalu dituntut untuk menjadi sosok kakak yang pengertian dan harus ngalah dengan adiknya, tapi karena mulai ada perasaaan iri akhirnya saya mencoba untuk egois. Padahal saya tau saat itu tidak memungkinkan untuk dibelikan sebuah mainan.

Dengan santai dan sambil menenangkan diri atau mungkin karena menyerah dan gak tega liat anaknya yang tidak henti menangis, akhirnya bunda mengiyakan dan langsung mengajakku membeli mainan tersebut. Padahal papa sendiri sudah membiarkan dan kekeuh untuk tidak membelikan, karena menurutnya nanti saya juga akan cape menangis kemudian lupa.

Sepertinya memang hampir semua perasaan ibu dan wanita itu lembut dan gak tegaan, apalagi untuk keinginan anaknya. Makanya bunda selalu menjadi penolong dan orang pertama yang membujuk segala keinginan anak-anaknya agar disetujui oleh papa.

Serta banyak sekali pengorbanan dan kasih sayang bunda yang tercurahkan tanpa putus untuk semua anak-anaknya, bunda selalu menekankan kami untuk belajar dengan sungguh agar bisa mencapai kehidupan yang lebih baik dari mereka. Itu sebabnya dari Sekolah Dasar hingga SMA saya selalu lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Senang rasanya melihat bunda bangga dan tersenyum lebar ketika menceritakan anak-anaknya.

selamat hari ibu ibuku

 

Doa seorang Ibu

“Ingatlah setiap kamu merasa beruntung, itu berarti salah satunya doa ibumu terkabul”

Saya menyadari hal tersebut, bahkan bunda pernah bilang. Dia selalu berusaha untuk berlaku baik bagi siapa saja. Apalagi kalau melihat seorang perempuan seusia saya. Katanya bunda melakukan hal tersebut agar nanti balasannya untuk anaknya, agar anaknya dimana saja dapat diberi kebaikan oleh siapa saja, seperti yang bunda lakukan terhadap siapapun.

Saya percaya betul setiap langkah dan keputusan yang kita ambil tidak lepas dari peran doa seorang ibu. Sejak kejadian terakhir yang membuat saya pergi untuk sementara dan akhirnya saya pulang serta membuat beberapa kesepakatan dengan bunda, kalau tidak mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Ijinkan saya untuk merantau di luar pulau jawa.

Tentu saja saat itu bunda menolak keras dengan keinginan saya tersebut, karena beliau tau saya adalah salah satu anaknya yang keras kepala, akhirnya beliau menyerah dan bilang “bunda selalu mendoakan kamu, kali ini bunda akan terus mendoakan kamu agar cepat mendapatkan pekerjaan di Jakarta saja, masa bunda dirumah Cuma bertiga aja, sepi donk. Lagipula adik kamu kan udah kerja diluar kota”.

Jadi terdiam dan mengurungkan niat tersebut. Karena gak mungkin lagi dikasih kesempatan seperti ini untuk bisa selalu dekat dengan bunda, untuk selalu berusaha membuatnya tersenyum dan membahagiakannya hingga ujung usia.

Beberapa minggu kemudian akhirnya saya mendapatkan kerja di Jakarta. Alhamdulillah.

selamat hari ibu ibuku sayang

Pada Hari Ibu Semoga kelak saya diberikan kesempatan untuk menjadiseorang ibu, bisa setangguh ibu saya untuk dapat mendidik, merawat dan mendampingi anak-anaknya. Terimakasih ibu untuk selalu ada, untuk selalu mendampingi saya, untuk selalu sabar dan tabah, untuk selalu mencurahkan kasih sayangnya yang tiada henti, untuk selalu mendoakan kami anak-anaknya, untuk selalu melindungi kami. Saya berharap, semoga bunda selalu bahagia selama-lamanya, aamiin.

8 thoughts on “Untuk Ibuku Sayang, Selamat Hari Ibu”

  1. Alhamdulilah, bisa jadi dapat kerja karena doa tulus dari seorang Bunda untuk anaknya ya mbak. Bener banget kalau Ibu adalah surga kita. Karena di dalam doanya lah turut serta menjadikan kita seperti sekarang ya. Wahh jangan-jangan umur kita hampir sepantaran nih, soalnya di jamanku dulu juga gitu. Sok sok an kekinian ikut-ikutan teman memelihara Tamagochi yang harus dijaga jangan sampai mati wkwkwk. Duhh demi itu, akupun juga kadang berantem sama 2 adek perempuanku mbak. Dan lagi2 ibu ku lah yang menjadi penyelesai masalah semua di rumah. Semoga ibu kita selalu sehat ya Aamiin

  2. Alhamdulilah, bisa jadi dapat kerja karena doa tulus dari seorang Bunda untuk anaknya ya mbak. Bener banget kalau Ibu adalah surga kita. Karena di dalam doanya lah turut serta menjadikan kita seperti sekarang ya. Wahh jangan-jangan umur kita hampir sepantaran nih, soalnya di jamanku dulu juga gitu. Sok sok an kekinian ikut-ikutan teman memelihara Tamagochi yang harus dijaga jangan sampai mati wkwkwk. Duhh demi itu, akupun juga kadang berantem sama 2 adek perempuanku mbak. Dan lagi2 ibu ku lah yang menjadi penyelesai masalah semua di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *